Daftar Cek Masalah

Daftar Cek Masalah merupakan seperangkat daftar pernyataan kemungkinan masalah yang disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah, yang pernah atau sedang dialami seseorang individu.

  1. Bidang-bidang yang ada pada Daftar Cek Masalah meliputi:
  2. Kesehatan dan perkembangan fisik (HPD)
  3. Keadaan penghidupan dan keuangan (FLE)
  4. Reaksi dan hobi (SRA)
  5. Kehidupan sosial dan keaktifan organisasi (SPR)
  6. Hubungan pribadi (PPR)
  7. Muda mudi (CSM)
  8. Kehidupan keluarga (HF)
  9. Agama dan moral (MR)
  10. Penyesuian terhadap sekolah (ACW)
  11. Masa depan dan cita-cita pendidikan/jabatan (FVE)
  12. Penyesuaian terhadap kurikulum (CTP)
  13. Lain-lain.

Adapun kelebihan dan kekurangan Daftar Cek Masalah (DCM) ialah:

Kelebihan Daftar Cek Masalah

  • Pada proses pelaksanaan bersifat efisien karena pelaksanaan DCM dapat dilakukan secara klasikal.
  • Pada akurasi data yang diperoleh melalui DCM memiliki kalibitas dan reabilitas tinggi.
  • Dari segi fungsinya, penggunaan DCM memudahkan peserta didik mengemukakan masalah.
  • Sistemasi jenis masalah yang dikelompokkan dalam berbagai bidang mempermudah guru pembimbing untuk melakukan analisis dan sintesa data serta merumuskan kesimpulan masalahyang dialami peserta didik.
  • Penggunaan DCM memiliki banyak manfaat antara lain konselor lebih mengenal peserta didiknya yang membutuhkan bantuan segera, konselor memiliki peta masalah individu maupun kelompok, hasil DCM dapat digunakan sebagai landasan penetapan layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik; dan lebih penting lagi peserta didik dapat memahami masalah yang dialami dan memahami apakah dirinya memerlukan bantuan apa tidak.

Kekurangan Daftar Cek Masalah

  • Membutuhkan waktu yang banyak luntuk pengolahan hasil.
  • Data yang diungkapkan melalui DCM masih bersifat umum.

Macam / Jenis Angket Daftar Cek Masalah (DCM)

Daftar cek masalah yang selama ini digunakan oleh konselor di sekolah-sekolah, hanya memiliki satu macam/jenis saja, yaitu hasil adaptasi yang dikembangkan berdasarkan DCM yang dibuat oleh Ross L. Money.

Mengingat daftar cek masalah sudah tersedia, maka konselor dalam konteks ini tidak melakukan penyusunan sendiri, tetapi lebih memiliki posisi sebagai pengguna.Apabila konselor berkeinginan mengembangkan sendiri tentu saja tetap terbuka peluang untuk itu, bisa saja melakukan adaptasi ulang terhadap DCM yang ada dengan mencobakannya pada polulasi atau sampel peserta didik berbeda tingkat pendidikan dan berbeda wilayah administrative.

Berikut ini saya lampirkan aplikasi DCM

Klik disiniĀ http://goo.gl/WDnekX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *