Pemarah

Banyak anak, orang muda dan bahkan orang dewasa memiliki kesulitan berbicara tentang marah pada perasaan mereka.Mungkin  mereka menyadari bahwa setiap kali mereka memiliki ledakan marah mereka bisa  menunjukkan perilaku tidak pantas yang sama, tetapi tidak dapat mencegah hal itu terjadi. Ini  sering bisa menjadi indikasi dari apa yang disebut “emosional buta huruf” Yaitu kurangnya pemahaman tentang perasaan dan bagaimana mengekspresikan mereka secara tepat dan diterima dalam social.

Marah berarti perubahan internal atau emosional yang menimbulkan penyerangan dan penyiksaan guna mengobati apa yang ada di dalam hati.  Menurut Gakfar (dalam Najar, 2001) menyatakan bahwa  marah itu merupakan sublimasi perasaan terhadap lingkungan dan kekuatan yang terdapat disekitarnya, dan bertujuan untuk mendpatakan ketenangan.

Pemarah (Orang yang marah) adalah Normal, bisa dikatakan sehat perasaan dan bisa dikatakan pula bahwa marah itu baik. Namun, anak-anak harus mengetahui perbedaan  antara marah sebagai perasaan dan manifestasi dari perasaan melalui perilaku  >>>sesuai atau tidak dalam berperilaku.

Salah satu cara atau pelatihan bagi pemarah untuk dapat mengontrol kemarahanya dan diarahkan kepada hal-hal yang lebih positif.Faktor-faktor yang memiliki risiko yang paling kuat untuk kekerasan di dalam sekolah termasuk dalam golongan kemarahan, khusus nya tiba-tiba marah siswa yang tidak belajar mengelola kemarahan berisiko  untuk agresi.

Terdapat 2 teknik dalam manajemen marah, yaitu teknik kombinasi dan teknik relaksasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *