BIMBINGAN DAN KONSELING BELAJAR 

  1. Pengertian Bimbingan Konseling Belajar

Bimbingan berasal dari kata bahasa inggris yaitu Guidance yaitu salah satu bidang dan program dari pendidikan, dan program ini ditujukan untuk membentuk, mengoptimalkan perkembangan siswa. Bimbingan  adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak remaja, maupun dewasa, agar orang yang dibimbing mendapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri, dengan memanfaatkan kekuatan individu yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

 

“Sedangkan Konseling merupakan proses memberi bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli yaitu konselor kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah (di sebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien” Mugiarso (2012 : 4).

Belajar menurut banyak di definisikan oleh banyak ahli diantaranya yaitu menurut Slavin (1994:152) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman. Adapun menurut Gagne (1977:3) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan disposisi atau kecakapan manusia yang berlangsung selama periode waktu periode waktu tertentu, dan perubahan perilaku itu tidak berasal dari poses pertumbuhan.

Belajar merupakan proses yang dianggap penting bagi perubahan perilaku setiap orang dan belajar itu mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan oleh seseorang. Juga merupakan perbuatan yang paling banyak dilakuakan orang. Sebagai istilah psikologi dan pendidikan, belajar adalah yang dalam bahasa inggris istilahnya Learning, bukan studying. Pengertian umum belajar yaitu mengacu pada terjadinya perubahan dalam diri seseorang, yaitu perubahan tingkah laku melalui pengalaman.

 

Adapun pengertian belajar yang lain adalah menurut  Gage dan Berliner (1983:252) menyatakan bahwa belajar adalah proses dimana suatu organisme mengubah perilakunyakarena hasil dari pengalaman.

 

Sedangkan menurut Slavin (1994:152) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman.

 

Berikut ini tujuan bimbingan belajar dapat dirumuskan sebagai berikut:

 

  1. Mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi seorang anak atau sekelompok anak.

 

  1. Menunjukkan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran.

 

  1. Memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagaimana memanfaatkan perpustakaan.

 

  1. Membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian.

 

  1. Memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai dengan bakat, minat, kecerdasaan,  cita-cita dan kondisi, fisik atau kesehatannya.

 

  1. Menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu.

 

  1. Menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya.

 

  1. Memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajara disekolah maupun untuk pengembangan bakat dan kariernya dimasa depan.

 

Dari pengertian-pengertian diatas dapat diketahui dan disimpulkan Bimbingan dan Konseling Belajar adalah bimbingan kepada individu yang bertujuan untuk membantu individu dalam mengatasi masalah masalah dalam belajar.

 

 

 

  1. Ruang Lingkup Bimbingan Konseling Belajar

Membahas mengenai ruanglingkup BK belajar, tentunya sudah banyak yang tidak asing lagi, mengenai lingkup apa saja kah BK belajar itu. Secara spontan saja saat kita mendengar apa itu BK belajar mka dengan otomatisnya kita akan berpikiran mengenai bimbingan yang di sorotkan pada masalah-masalah belajar pada individu. Berikut ini akan di sebutkan ruang lingkup BK belajar. BK belajar memiliki 4 ruang lingkup yaitu :

 

Perkembangan dan penyesuaian diri atau pribadi dalam belajar

  1. a)      Berkaitan dengan minat, kemampuan diri sendiri

 

  1. b)      Juga aktualisai terhadap kemampuan dan minat diri sendiri.

 

  1. c)      Mengarahkan diri kearah yang lebih baik

 

  1. d)     Mengurangi dan menghilangkan sikap yang tidak baik dalam belajar

 

Kemampuan dalam pendidikan dan penjurusan

  1. a)      Memilih studi lanjut seuai dengan kemampuan

 

  1. b)      Memilih studi lanjut sesuai dengan minat

 

  1. c)      Memilih studi lanjut sesuai dengan kondisi

 

Perkembangan dalam belajar

  1. a)      Adanya informasi mengenai sukses dalam belajar

 

  1. b)      Informasi mengenai bagaimana belajar yang efesien

 

  1. c)      Informasi mengenai faktor-faktor apa sajakah yang dapat mendukung dan mengganggu belajar

 

Penelitian yang berkaitan dan menyangkut belajar siswa

  1. a)      Melakukan penelitian terhadap siswa di sekolah yang berkaitan dengan banyak variabel ( prestasi, motivasi, minat, masalah dan cara penyelesaianya)

 

  1. b)      Meningkatkan pembelajaran dengan berbagai metode- metode

 

 

 

  1. Prinsip Bimbingan dan Konseling Belajar

Supaya kegiatan belajar mencapai tujuan dan hasil yang maksimal dan baik, maka, seorang pembelajar atau guru itu paham akan prinsip belajar. Jika tidak paham maka akan tejadi kesulitan pada seorang guru, dalam menyusun cara- cara atau strategi dalam belajar, dalam menentukan metode belajar, apalagi mengingat bermacam-macamnya keadaan siswa di sekolah,serta karakter siswa yang bermacam-macam pula. Mengingat hal tersebut berikut ini adalah prinsip-prinsip belajar yang harus dipahami oleh para guru dan konselor menurut Gagne.

 

Beberapa prinsip yang dimaksud adalah Keterdekatan (contiguity), Pengulangan ( repetition ), dan Penguatan ( reinforcement ). 1) Prinsip Keterdekatan menyatakan bahwa situasi stimulus yang hendak direspon oleh pembelajar harrus disampaikan sedekat mungkin waktunya  dengan respon yang diingginkan. 2) Prinsip Pengulangan menyatakan bahwa situasi stimulus dan responya perlu di ulang-ulang, atau dipraktikan, agar belajar dapat diperbaiki dan meningkatkan retensi belajar. 3) Prinsip Penguatan menyatakan bahwa belajar sesuatu yang baru akan diperkuat apabila belajar yang lalu diikuti oleh perolehan hasil yang menyenangkan. Dengan kata lain pembelajar akan kuat motivasinya untuk mempelajaris sesuatu yang baru apabila hasil belajar yang telah dicapai mendapatkan penguatan. Ketiga prinsip tersebut disebut sebagai prinsip Eksternal.

 

Adapun  3 prinsip lagi yaitu prinsip internal. Ketiga prinsip tersebut adalah: (a) informasi faktual, (b) kemahiran intelektual, (c) strategi . Informasi verbal, dapat diperoleh melalui 3 cara, yaitu (a) dikomunikasikan kepada pembelajar; (b) dipelajari oleh pembelajar sebelum memulai belajar baru; dan (c) dilacak dari memori, karena informasi itu telah dipelajari dan disimpan didalam memori selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun yang lalu.

 

Kemahiran Intelektual, pembelajar harus memiliki berbagai cara dalam mengerjkan sesuatu , terutama yang berkaitan dengan simbol-simbol bahasa dan lainya, untuk mempelajari hal-hal baru. Pertama, mungkin ada stimulasi untuk mengingat kemahiran intelektual itu dengan bantuan beberapa petunjuk verbal. Misalnya, pembelajar diminta belajar kaidah tentang mekanika , pendidik menyatakan: kamu harus ingat tentang cara menemukan nilai variabel dalam suatu persamaan. Perlu diketahui bahwa kemahiran intelektual tidak dapat disajikan melalui petunjuk lisan atau petunjuk tertulis yang disampaikan oleh pendidik.

 

Kemahiran intelektual harus telah dipelajari sebelumnya agar dapat digunakan atau diingat ketika diperlukan. Stretergi , stiap aktivitas belajar memerlukan pengaktifan strategi belajar dan mengingat. Pembelajar harus mampu menggunakan strategi untuk menghindarkan stimulus yang kompleks, memilih dan membuat kode bagian-bagian stimulus, memecahkan masalah , dan melacak kembali informasi yang telah dipelajari. Pembelajar yang telah dewasa dalam melakukan aktivitasbelajar umumnya dibantu oleh kemampuan pengelolaan diri ( self-management ). Kemampuan mengelola diri dalam belajar ini pda akhirnya menjadikan pembelajar senbagai pembelajar diri (self-learners).

 

Selain Prinsip-prinsip diatas, ada juga prinsip berikut ini ;

 

Pembalajar adalah memotivasi dan membarikan fasilitas kepada siswa agar dapat belajar sendiri.

Pepatah Cina mengatakan: “saya dengar saya lupa, saya lihat saya ingat, dan saya lakukan saya paham”. Mirip dengan itu john deweye mengembangkan apa yang dikenal dengan “ learning by doing”.

Semakin banyak alat deria atau indra yang di aktifkan dalam kegiatan belajar, semakin banyak informasi yang diserap.

Belajar dalam banyak hal adalah suatu pengalaman. Oleh sebab itu keterlibatan siswa merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan belajar.

Materi akan lebih mudah dikuasai apa bila siswa terlibat secara emosional dalam kegiatan belajar pembelajaran. Siswa akan terlibat secara emosional dalam kegiatan belajar pembelajaran jika pelajaran adalah bermakna baginya.

Belajar dipengaruhi oleh motivasi dari dalm diri atau intrinsik dan dari luar atau ekstrinsik siswa.

Semua manusia, termasuk siswa, ingin dihargai dan dipuji. Penghargaan dan pujian merupakan motivasi instriksik bagi siswa.

Makna pelaharan bagi diri siswa merupakan motivasi dalam yang kuat sedangkan faktor kejutan (faktor “ aha”) merupakan motivasi luar yang efektif dalam belajar.

Belajar “ is enhanced by challenge and inhibilited by threat”.

Setiap otak adalah unik. Karena itu setiap siswa memliki persamaan dan perbedaan cara terbaik untuk memahami pelajaran.

Otak akan lebih mudah merekam input jika dalam keadaan santai atau rileks dari pada dalam keadaan tenang.