Konselor adalah orang yang mau membantu orang atau klien dalam menyelesaikan masalah kehidupan atau masalah-maslaah yang lain yang dihadapi atau dialami oleh klien tersebut.Sebagai seorang konselor juga harus bisa menjadi tauladan bagi para kliennya, apalagi seorang konselor islam. Konselor islam harus bisa membantu dan menyelesaikna masalah-masalah terutama dalam hal islam dan menjadi rujukan bagi klien dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, sebagai suri tauladan, maka sudah tentu konselor adalah orang yang menjadai rujukan dalam perilaku kehidupan sehari-harinya. Kehidupan seorang konselor menjadi barometer bagi konseli.
Kenapa harus ada seorang konselor ? Karena, konselor adalah seorang yang memiliki kemampuan untuk melakukan konsultasi berdasarkan standar profesi. Konselor selalu terikat dengan keadaan dirinya atau faktor kepribadiannya. Tugas seorang konselor pada dasarnya adalah usaha memberikan suatu bimbingan kepada klien atau kepada orang ang membutuuhkan pertolongan untuk menyelesaikan dan memecahkan suatu masalah, sekalipu sudah memiliki kode etik profesi yang menjadi landasan acuan perlindungan konseli, bagi konselor muslim tidak ada salahnya apabila dalam dirinya juga menambahi sifat-sifat atau karakter konselor yang dipandangnya perlu bagi aktivitas konseling. Sebagai seorang konselor apalagi konselor islam , dibawah ini dijelaskan secara singkat bagaimana cirri-ciri atau karkteristik konselor islam : 1. Seorang konselor harus menjadi cermin bagi konseli atau klien Konselor merupakan teladan bagi klien, meskipun demikian tidak berarti konselor tanpa cacat. Sebagai manusia yang memiliki berbagi keterbatasan dan kelemahan perilaku yang dapat dilihat atau dijadikan contoh. Sebgaaimana firmna Allah, yang artinya : “sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya.” (QS. Mumtahanah (60): 4) 2. Kemampuan bersimpati dan berempati yang melampui dimensi duniawi Bagi konselor muslim tentu memiliki sisi yang berbeda dari sisi konselor pada umunya. Perbedaan tersebut terletak pada sisi spirit dan motivasi yang diberikan kepada kliennya. Konselor perlu mengembangkan rasa iba, kasih saying sebatas bingkai profesi sedangan konselor muslim perlu mengembangkan semangat belas kasih yang berdimensi ukhrawi. 3. Menjadikan konseling sebagai awal keinginan bertaubat yang melegakan Bagi konselor muslim tentu akan memberikan bimbingan berdasarkan fikrah islamiah atau berdasarkan pemikiran-pemikiran islami yang paling sesuai dengan derajat kasus dan derajat halal, mandub, mubah, makruh dan haram yang dihadapi oleh klien. 4. Motivasi konelor : konseling adalah suatu bentuk ibadah Setiap konselor memiliki beragam motivasi, mulai dari alasan yang paling rendah, yakni semata-mata masalah mencari pekerjaan sampai alasan yang paling elite dan bergengsi. Konselor muslim hendaknya memulai segala perbuatan adalah bagian dari keebijakan hidup, bagian dari ibadah. 5. Memiliki pikiaran positif Setiap konselor harus memiliki pikiran yang positif dan setiap konselor bertindak dan berpikir serta memberikan solusi sebagian besar dipengaruhi oleh cara berpikir dan nilai-nilai yang ada di dalam dirinya, serta motivasi melakuakan konseling. Seorang konselor muslim memiliki bobot yang lebih dari sekedar konselor pada umumnya. Konselor muslim yang berkomitmen terhadapa islam, tentunya akan memulai membangun dan mengembangkan kepribadiannya sesuai dengan citra islami. Konselor muslim harus berpegang teguh pada moralitas islam, sebagai seorang muslim ia pada hakikatnya telah bersumpah pada Allah sebagai manusia terbaik dan harus menjadi tauladan yang baik bagi kliennya. Cirri-ciri atau karakteristik konselor islam diatas tersebut bagaimana yang tekah dijelaskan oleh penulis, sebenarnya ada banyak, tapi didalam artikel ini hanya menyebutkan 5 ciri-ciri saja. Demikian penjelasan artikel bimbingan konseling tentang Peran Konselor Islam dalam Melaksanakan Suatu Bimbingan, terdapat banyak artikel yang berkaitan dengan bimbingan dan konseling. Semoga bermanfaat dan terimakasih.
DOWNLOAD DISINIDISINI