KONSELOR MUSLIMAH

AKHLAK KONSELOR DALAM ISLAM

Gambar Lucu Kartun Anak Sholeha
A. Pendahuluan
Konselor merupakan orang yang melakukan proses konseling kepada kliennya. Keberhasilan seorang konselor tidak hanya ditentukan oleh kemampuannya dalam memahami konsep-konsep konseling an sich, akan tetapi sangat ditentukan akhlak seorang konselor. Hal ini juga tidak terlepas dari keberhasilan Rasulullah SAW dalam menerapkan dakwah islamiyyah—yang di dalamnya juga terdapat proses konseling—amat didukung oleh kemuliaan akhlaknya.

Dengan demikian, akhlak seorang konselor sangat dibutuhkan dalam menentukan keberhasilan proses konseling yang ia lakukan, terutama dalam pendidikan Islam. Oleh karena itu, makalah yang sederhana ini akan berupaya untuk menguraikan akhlak konselor dalam kajian Islam.

B. Akhlak Konselor dalam Islam Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya bahwa seorang konselor harus memiliki akhlak yang mulia. Seorang konselor harus memiliki kepribadian yang baik, sebab pelayanan bimbingan dan konseling berkaitan dengan pembentukan perilaku dan kepribadian klien. Melalui konseling diharapkan terbentuk perilaku positif (akhlak baik) dan kepribadian yang baik pula pada diri klien. Upaya ini akan efektif apabila dilakukan oleh seseorang yang memiliki kepribadian dan akhlak yag baik pula. Selain itu, praktik bimbingan dan konseling berlandaskan atas norma-norma tertentu. Dengan kepribadian yang baik, diharapkan tidak terjadi pelanggaran terhadap norma-norma yang bisa merusak citra pelayanan bimbingan dan konseling.

Dalam keadaan tertentu seorang konselor bisa menjadi model atau contoh yang baik bagi penyelesaian masalah siswa (klien). Dalam konteks ini ada teori counselling by modeling, yaitu konseling melalui percontohan. Konselor bisa menjadi contoh yang efektif bagi pemecahan masalah kliennya. Konselor tidak akan dapat menjalankan fungsi ini apabila dirinya tidak memiliki kepribadian yang baik. Misalnya konselor akan sulit mengubah perilaku siswa yang tidak disiplin apabila ia sendiri tidak dapat menunjukkan perilaku disiplin kepada para siswa. Konselor akan sulit mengubah sifat siswa yang emosional apabila ia sendiri adalah orang yang emosional dan seterusnya.

Dalam praktik bimbingan dan konseling di lembaga pendidikan Islam seperti madrasah, syarat ini menjadi lebih urgen. Sebagai lembaga pendidikan agama Islam yang dalam praktik pendidikan dan pembelajarannya dilandasi oleh nilai-nilai ajaran Islam, maka praktik pelayanan bimbingan dan konselingnya pun harus dijiwai dan dilandasi oleh nilai-nilai ajaran Islam. Salah satu nilainya adalah pembimbing atau konselornya harus berakhlak baik (memiliki akhlak al karimah).

Praktik bimbingan konseling harus dijiwai dan dilandasi oleh nilai-nilai ajaran Islam yang mengacu kepada praktik bimbingan dan kon¬selingnya Rasulullah Saw. Rasulullah Saw. adalah sosok pemecah masalah umat yang paling efektif. Oleh sebab itu, Rasulullah Saw. merupakan konselor pertama dalam Islam yang membimbing, mengarahkan, menuntun dan menasihati umat agar beriman kepada agama Tauhid (Islam). Melalui bimbingan, arahan, tuntunan dan nasihatnya, manusia memperoleh kebahagiaan hidup baik di dunia dan akhirat Kepribadiannya mantap dapat menjadi contoh teladan yang baik bagi pemecahan masalah para sahabat ketika itu. Hal ini relevan dengan firman Allah SWT:

Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (Qs. al-Ahzab/33: 21)

Kepribadian yang baik dalam konteks Islam ditandai dengan kepemilikan iman, ma’rifah, dan tauhid. Dengan demikian seorang pembimbing atau konselor terutama yang berpraktik di lembaga-lembaga pendidikan Islam harus memiliki keimanan, kemakrifatan, dan ketauhidan yang berkualitas. Kemakrifatan penting dimiliki dalam kaitannya untuk bersimpati dan berempati terhadap klien (siswa). Kepribadian yang baik juga ditandai dengan dimilikinya aspek moralitas yang baik pada diri pembimbing (konselor) seperti nilai-nilai, sopan santun, adab, etika, dan tata krama yang dilandaskan pada ajaran agama Islam. Intinya tanpa kepribadian yang baik dari guru pembimbing (konselor), tujuan pelayanan bimbingan dan konseling akan sulit dicapai secara efektif.

Selain keterangan di atas, akhlak seorang konselor dapat dirumuskan dengan melihat asas-asas yang ada dalam proses konseling tersebut. Thohari Musnamar menyebutkan bahwa asas-asas dalam konseling adalah:
1. Asas kebahagiaan dunia dan akhirat
2. Asas komunikasi dan musyawarah
3. Asas manfaat
4. Asas kasih sayang
5. Asas menghargai dan menghormati
6. Asas rasa aman
7. Asas ta’awun (tolong menolong) atau kerja sama konstruktif
8. Asas toleransi
9. Asas keadilan

Dari beberapa asas di atas, dapat dikembangkan dan dirumuskan bahwa seorang konselor Islami harus mememiliki akhlak sebagai berikut.

a. Berkomunikasi secara baik Dalam melakukan konseling, perlu dilakukan dengan komunikasi yang baik. Tanpa komunikasi yang baik, niscaya pesan yang diinginkan sulit menimbulkan efek yang positif terhadap klien. Dalam al-Qur’an, terdapat beberapa isyarat tentang pola-pola komunikasi yang ditunjukkan dalam beberapa istilah seperti tabel berikut ini:

1 Qawlan ma’rufan (Al-Baqarah: 263; An-Nisa’: 8; Al-Ahzab: 32) maksudnya Perkataan yang baik Bahasa yang sesuai dengan tradisi, bahasa yang pantas atau cocok untuk tingkat usianya; bahasa yang dapat diterima akal untuk tingkat usia.

2 Qawlan kariman (Al-Isra’: 23) maksudnya Perkataan yang mulia Bahasa yang memiliki arti penghormatan, bahasa yang enak didengar karena terdapat unsur-unsur kesopanan.

3 Qawlan maysuran (Al-Isra’: 28) maksudnya Perkataan yang pantas Bahasa yang dimengerti, bahasa yang dapat menyejukkan perasaan.

4 Qawlan balighan (An-Nisa: 63) maksudnya Perkataan yang mengena/ mendalam Bahasa yang efektif, sehingga tepat sasaran dan tujuannya, bahasa yang efisien, sehingga tidak membutuhkan banyak biaya, waktu dan tempat.

5 Qawlan layyinan (Thaha: 44) maksudnya Perkataan lemah lembut Bahasa yang halus, sehingga menembus relung kalbu, bahasa yang tidak menyinggung perasaan orang lain, bahasa yang baik dan enak didengar.

6 Qawlan sadid (An-Nisa’: 9) maksudnya Al-Ahzab: 70 Perkataan benar dan berimbang Bahasa yang benar, bahasa yang berimbang (adil) dari kedua belah pihak.

7 Qawlan azhima (Al-Isra’: 80) maksudnya Perkataan yang berbobot Bahasa yang mendalam materinya, bahasa yang berbobot isinya.

8 Qawlan min rabb rahim (Yasin: 58) maksudnya Perkataan rabbani Bahasa yang isinya bersumber dari Tuhan, bahasa yang yang mengandung pesan Tuhan.

9 Qawlan tsaqila (Al-Muzammil: 5) maksudnya Perkataan yang berat Bahasa yang berbobot yang mengandung informasi kewajiban manusia, syariah, halal-haram, hukum pidana-perdata.

Bahasa di atas dapat digunakan melihat kondisi dan psikologi klien sehingga tujuan dari proses konseling dapat tercapai dengan baik.

b. Kasih Sayang Kasih sayang (rahmah) adalah sifat yang wajib dimiliki oleh setiap konselor. Karenanya orang yang hatinya keras tidak layak menjadi konselor. Sebab, kasih sayang yang merupakan gerakan kalbu adalah modal perasaan yang secara otomatis bisa mendorong pendidik, dan menolak untuk tidak suka meringankan beban orang yang didik.
Dari beberapa literatur sejarah, banyak ditemukan kisah Rasulullah SAW yang menyayangi keluarga dan para sahabatnya. Rasulullah SAW pernah memendekkan shalatnya hanya karena kasih sayang beliau kepada seorang ibu yang merasakan kepedihan atas tangisan bayinya ketika shalat sedang berlangsung. Hadis ini diriwayatkan Anas bin Malik r.a., dia bekata:
مَاصَلَّيْتُ وَرَاءَ اِمَامٍ قَطُّ اَخَفَّ صَلاَةً وَلاَ اَتَمَّ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِنْ كَانَ يَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِىِّ فَيُخَفِّفَ مَخَافَةَ اَنْ تُفْتَنَ اُمُّهُ.
Artinya: “Saya tidak pernah shalat di belakang iman yang lebih ringan dan lebih sempurna dari pada Nabi SAW. Dan pernah beliau mendengar tangis seorang bayi lalu mempercepatnya karena khawatir ibunya terganggu.” (H.R. Bukhari)

Begitu pula dalam mendidik, Rasulullah SAW senantiasa mendidik para sahabatnya dengan penuh kasih sayang. Dalam suatu majlis, umpamanya, jika ada sahabat yang tidak datang, maka beliau akan mempertanyakannya. Hal ini pernah terjadi dengan sahabatnya Tsabit bin Qays. Suatu ketika Tsabit bin Qays tidak mau datang ke majlis Nabi SAW karena merasa bersalah dimana beliau pernah meninggikan suaranya di hadapan Nabi, sementara beliau mempertanyakan ketidakhadiran Tsabit. Rasulullah SAW tidak berhenti bertanya di situ saja, tetapi ia mengutus sahabat lain untuk menanyakan keadaannya. Setelah di utus, Tsabit pun menolak lalu menjelaskan rasa bersalahnya. Mendengar jawaban itu, Nabi pun kembali menyuruh sahabat untuk kedua kalinya dengan membawa kabar gembira yang luar biasa, dan Rasulullah SAW:
إِذْهَبْْ إِلَيْهِ فَقُلْ: إِنَّكَ لَسْتَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ وَلَكِنْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
Artinya: ”Pergilah kepadanya dan katakan, ‘Sesungguhnya anda bukan termasuk penghuni neraka, tetapi termasuk penghuni surta”. (H.R. Bukhari)

Sikap kasih sayang dalam mendidik ini, juga diakui oleh para pemuda yang pernah ia ajari, seperti Malik bin Huwairits r.a., ia berkata:
أَتَيْنَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُوْنَ, فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ عِشْرِيْنَ يَوْمًا وَلَيْلَةً, وَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِيْمًا رَفِيْقًا, فَلَمَّا ظَنَّ أَنَّا قَدِ اشْتَهَيْنَا أَهْلَنَا, أَوْ قَدِ اشْتَقْنَا, سَأَلَنَا عَمَّنْ تَرَكْنَا بَعْدَنَا فَأَخْبَرْنَاهُ, قَالَ: (إِرْجِعُوْا إِلَى اَهْلِيْكُمْ فَأَقِيْمُوا فِيْهِمْ وَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ). وَذَكَرَ أَشْيَاءَ أَحْفَظُهَا أَوْ لاَ أَحْفَظُهَا: (وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُُصَلِّي, فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ).
Artinya: “Kami mendatangi Rasulullah SAW dan kami pemuda yang sebaya. Kami tinggal bersama beliau selama 20 malam. Rasulullah SAW adalah seorang penyayang. Ketika beliau menduga kami telah menghendaki ingin pulang dan rindu keluarga, beliau menanyakan tentang orang-orang yang kami tinggalkan dan kami memberitahukannya. Beliau bersabda: ‘Kembalilah kepada keluargamu dan tinggallah bersama mereka, ajarilah mereka dan suruhlah mereka.’ Beliau menyebutkan hal-hal yang saya hafal dan tidak saya hafal. ‘Dan shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat. Bila (waktu) shalat tiba, maka hendaklah salah satu dari kalian adzan dan yang paling dewasa menjadi iman.” (H.R. Bukhari)

Perilaku kasih sayang turut menentukan keberhasilan seorang konselor dalam memberikan bimbingan dan arahan kepada klien sehingga ditemukan problem solving yang efektif.

c. Lemah Lembut Sikap lemah lembut merupakan sikap yang tidak bisa dipisahkan dari sikap kasih sayang yang harus dimiliki oleh seorang konselor. Demikian halnya Rasulullah SAW, sebagai konselor umat sepanjang zaman, juga memiliki akhlak yang lemah lembut. Akhlak ini memang telah dianugerahkan Allah kepada para Nabi-Nya, firman-Nya:

Artinya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka…

Dalam mendidik para sahabatnya, Rasulullah SAW senantiasa memperlihatkan sikap yang lemah lembut ini. Hal ini diakui oleh Umar bin Abi Salamah r.a., ia berkata: “Saya masih kecil dan berada di dalam asuhan Rasulullah SAW. Tanganku mengambil dengan acak (makanan) di nampan (piring besar yang cukup untuk lima orang). Maka Rasulullah SAW bersabda kepadaku:
يَاغُلاَمُ سَمِّ اللهِ وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ
Artinya: ‘Wahai anak, bacalah Bismillah. Makanlah dengan tangan kanan dan makanlah yang dekat denganmu.”

Jika dilihat dari bahasa yang ucapkan Rasulullah SAW, begitu santun dan lemah lembutnya bahasa itu. Ucapan itu pun amat berpengaruh pada diri Umar bin Abi Salamah dengan pengakuannya:
فَمَازَالَتْ تِلْكَ طُعْمَتِيْ بَعْدُ
Artinya: Senantiasa seperti inilah cara makanku setelah itu” (H.R. Bukhari)

d. Sabar (patience) Sabar adalah bekal setiap konselor. Seorang pendidik (konselor) yang tidak berbekal kesabaran, ibarat musafir yang melakukan perjalanan tanpa bekal. Bisa jadi dia akan gagal, atau kembali sebelum sampai ke tempat tujuan.

Melalui kesabaran konselor dalam proses konseling dapat memban-lu klien untuk mengembangkan dirinya secara alami. Sikap sabar konselor menunjukkan lebih memperhatikan diri klien daripada hasilnya. Konselor yang sabar cenderung menampilkan kualitas sikap dan perilaku yang tidak tergesa-gesa.
Mengenai kesabaran nabi SAW juga, al-Qarni menyebutkan bahwa beliau menjadi contoh yang ideal dalam kelapangan dada, kesabaran yang agung, ketabahan yang besar, dan ketegaran hati. Begitu juga dalam mendidik dan memberikan konseling kepada para sahabatnya, Nabi Muhammad SAW senantiasa bersabar dalam menghadapi mereka.

e. Tawadhu’ Untuk menggugah simpati klien, sifat tawadhu’ dari seorang konselor juga diperlukan. Dengan sifat tawadhu’ akan menambahkan keakraban antara keduanya. Sifat ini juga tampak dalam diri Rasulullah SAW sehingga ia dikenal sebagai guru yang tawadhu’. Hal itu dapat dilihat dari sikap ketika memasuki suatu majlis, beliau tidak suka disambut atau dihormati dengan cara berdiri. Dari Anas bin Malik r.a. dijelaskan:
لَمْ يَكُنْ شَخْصُ أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: وَكَانُوْا إِذَا رَأَوْهُ لَمْ يَقُوْمُوا لِمَا يَعْلَمُوْنَ مِنْ كَرَاهَتِهِ لِذَلِكَ
Artinya: Tidak ada yang paling dicintai oleh para sahabat melebihi Rasulullah SAW. Lalu Anas berkata: “Walau demikian ketika melihat Rasulullah SAW mereka tidak berdiri, karena mengetahui bahwa beliau (Rasulullah) tidak menyukai hal itu”. (H.R. Imam at-Tirmidzi)

Dalam arti yang lebih luas, hadis ini menggambarkan bahwa sikap yang ditampilkan Rasulullah SAW tersebut juga perlu diaktualisasikan dalam proses konseling.

f. Toleransi Dalam melaksanakan konseling, seorang konselor juga dituntut untuk bersikap toleran terhadap kliennya. Hal ini selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW. Misalnya, toleransi nabi terlihat dalam hadis tentang orang yang bersetubuh di siang hari Ramadhan dalam keadaan puasa. Hadis ini diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata:
بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ: يَارَسُولَ اللهِ, هَلَكْتُ. قَالَ: مَالَكَ؟ قَالَ: وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِيْ وَأنَا صَائِمٌ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا؟ قَالَ: َلا. قَالَ: فَهَلْ تَسْتَطِيْعُ أَنْ تَصُوْمَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ؟ قَالَ: لا. فَقَالَ: فَهَلْ تَجِدُ إِطْعَامَ سِتِّيْنَ مِسْكِيْنًا؟ قَالَ: لا, قَالَ: فَمَكُثَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَبَينَا نَحْنُ عَلَى ذَلِكَ أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيْهَا تَمْرٌ, قَالَ: أَيْنَ السَّائِلُ؟ فَقَالَ: أنَا. قَالَ: خُذْهَا فَتَصَدَّقْ بِهِ. فَقَالَ الَّرجُلُ: أَعَلَ أَفْقََر مِنِّي يَارَسُوْلَ اللهِ؟ فَوَ اللهِ مَابَيْنَ َلابَتَيْهَا, يُرِيْدُ الْحَرَّتَيْنِ, أَهْلُ بَيْتِ أَفْقَرُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي. فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ ثُمَّ قَالَ: أَطْعِمْهُ أَهْلَكَ.
Artinya: “Ketika kami duduk di sisi Nabi SAW, tiba-tiba datanglah seseorang lalu berkata: ‘Ya Rasulullah, celakalah aku’. Rasul bertanya: ‘Apa yang mencelakakanmu?’ Ia menjawab: ‘Saya menggauli istri Saya, sedangkan Saya berpuasa (Ramadhan). Rasulullah SAW bertanya: ‘Apakah kamu memiliki sesuatu untuk memerdekakan budak?’ Ia menjawab: ‘Tidak’, Rasulullah SAW bertanya lagi: ‘Apakah kamu bisa berpuasa dua bulan berturut-turut?’, Ia menjawab: ‘Tidak’, Rasulullah SAW bertanya lagi: ‘Apakah kamu bisa memberi makan 60 orang miskin?’ Ia pun menjawab: ‘Tidak’. Berkata Abu Hurairah, ‘Maka pergi Nabi SAW, sesaat kemudian kami melihat Nabi SAW datang membawa sekerangjang kurma’, Nabi bertanya: ‘Manakah orang yang bertanya tadi?’ Maka dia menjawab: ‘Saya’, Bersabda Nabi: ‘Ambillah olehmu kurma ini, maka sedekahkanlah’ Maka bertanya laki-laki itu: ‘Apakah ada orang yang lebih faqir dariku wahai Rasulullah? Maka demi Allah, tidak ada orang di antara dua bukit (kota Madinah) yang lebih faqir dari pada keluargaku’. Maka tertawalah Nabi SAW sehingga kelihatan giginya, lalu ia bersabda: ‘Berilah makan keluargamu dengannya'”. (H.R. Bukhari)

Dua hadis di atas menunjukkan kebijaksanaan sekaligus sikap toleransi Nabi kepada para sahabatnya yang sedang bermasalah dan meminta agar Rasul membantunya untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Kemudian Nabi SAW memahami kondisi dan kemampuan masing-masing sahabat dan tidak menerapkan hukum yang kaku tanpa melihat persoalan yang sesungguhnya. Begitulah Rasulullah SAW membina kepribadian sahabat sehingga mereka taat melaksanakan risalah yang dibawanya dengan suka hati, tanpa merasa terpaksa.

g. Demokratis dan Terbuka Sebagai seorang konselor yang bijaksana, juga diperlukan sikap toleransi yang tinggi kepada klien. Perlu pula keterbukaan antara keduanya sehingga berbagai persoalan yang dihadapi oleh klien dapat diselesaikan.

h. Jujur (honesty) Yang dimaksud jujur di sini adalah bahwa konselor itu bersikap transparan (terbuka), autentik, dan asli (genuine). Sikap jujur ini penting dalam konseling, karena alasan-alasan berikut.

1) Sikap keterbukaan memungkinkan konselor dan klien untiik menjalin hubungan psikologis yang lebih dekat satu sama lainnya di dalam proses konseling; Konselor yang menutup atau menyembunyikan bagian-bagian dirinya terhadap klien dapat menghalangi terjadinya relasi yang lebih dekat. Kedekatan hubungan psikologis sangat penting dalam konseling, sebab dapat menimbulkan hubungan yang langsung dan terbuka antara konselor dengan klien. Apabila terjadi ketertutupan dalam konseling dapat menyebabkan merintangi perkembangan klien.

2) Kejujuran memungkinkan konselor dapat memberikan umpan balik secara objektif kepada klien.

d. Dapat Dipercaya (Trustworthiness/amanah) Kualitas ini berarti bahwa konselor itu tidak menjadi ancaman atau penyebab kecemasan bagi klien. Kualitas konselor yang dapat dipercaya sangat penting dalam konseling, karena beberapa alasan, yaitu sebagai berikut:

1) Esensi tujuan konseling adalah mendorong klien untuk mengemukakan masalah dirinya yang paling dalam. Dalam hal ini, klien harus merasa bahwa konselor itu dapat memahami dan mau menerima curahan hatinya (curhatnya) dengan tanpa penolakan. Jika klien tidak memiliki rasa percaya ini, maka rasa prustasilah yang menjadi hasil konseling.

2) Klien dalam konseling perlu mempercayai karakter dan motivasi konselor. Artinya klien percaya bahwa konselor mempunyai motivasi untuk membantunya.

3) Apabila klien mendapat penerimaan dan kepercayaan dari konselor, maka akan berkembang dalam dirinya sikap percaya tnrhadap dirinya sendiri.

Hal ini relevan dengan ajaran al-Qur’an yang menuntut manusia untuk bersifat amanah.
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh, (Qs. al-Ahzab/33: 72)

e. Adil Seorang konselor harus bersikap adil dalam melakukan proses konseling kepada kliennya. Prinsip keadilan ini sangat penting memahami masalah yang dihadapi klien lalu memperlakukannya sesuai dengan prinsip keadilan itu sendiri.

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. surat al-Maidah/5 ayat 8)

C. Penutup Demikianlah uraian makalah ini tentang akhlak seorang konselor dalam kajian Islam. Akhlak ini perlu dimiliki oleh setiap konselor sehingga pelaksanaan konseling dalam berjalan dengan baik dan masalah yang dihadapi oleh klien teratasi secara efektif dan efisien.
Akhlak konselor tentunya berlandaskan kepada ajaran Islam itu sendiri, yaitu al-Qur’an dan hadis. Dalam al-Qur’an dan hadis, ditemukan beberapa akhlak yang perlu dimiliki oleh seorang konselor, seperti berkomunikasi dengan baik, kasih sayang, jujur, amanah, adil, sabar, tawadhu’, toleransi, dan sebagainya. Hal ini juga relevan dengan asas-asas dalam konseling itu sendiri.

DAFTAR KEPUSTAKAAN
Abdurrahman, Hafidz, Membangun Kepribadian Pendidik Umat, Ketauladanan Rasulullah SAW di Bidang Pendidikan, Jakarta: Wadi Press, 2005
al-Qarni, ‘Aidh bin Abdullah, Visualisasi Kepribadian Muhammad SAW, Penj. Bahrun Abu Bakar Ihsan Zubaidi, Bandung: Irsyad Baitus Salam, 2006
Mudjib, Abdul dan Jusuf Mudzakkir, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kencana Prenada Media, 2006
Munro, E.A., dkk, Counselling: A Skill Approach, Penj. Erman Amti, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1985), cet. ke-2
Musnamar, Thohari, Dasar-dasar Konseptual Bimbingan dan Konseling Islami, Yogyakarta: UII Press, 1992
Qal’ah, Rawwas, Dirāsah Tahlīliyah li Syakhsiyyah ar-Rasūl SAW, Beirut: Dar an-Nafāis, 1996, cet. ke-2
Tohirin, Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi), Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2007

untuk visio silahkan KLIK DISINI

TIME ZONE. CRAZY TIME

Dalam persahabatan yang paling dibutuhkan adalah kedekatan emosional antara masing-masing individu sehingga menghasilkan pengertian pengokoh ikatan persahabatan. Untuk memupuk kedekatan emosional itulah kita harus sering melakukan berbagai macam kegiatan yang positif bersama sahabat kita, seperti menonton film favorit, memasak juga mungkin berkebun. Selain kegiatan-kegiatan tersebut, ada beberapa treathment yang dibutuhkan guna memupuk persahabatan yakni mengingat hari-hari spesial persahabatan anda, dan jangan lupa memberikan sesuatu di hari psesial tersebut. Bukan pemberian yang mahal, karena apapun pemberiannya sahabat kita pasti akan menghargainya. Cerpen Persahabatan bisa menjadi salah satu contoh pemberian sederhana yang cukup menyentuh. Anda bisa menuangkan pengalaman pribadi anda bersama sahabat ke dalam kata-kata indah yang akan membuat sahabat ansa semakin menyayangi anda.

Tetapi memang cerpen persahabatan bukan sesuatu yang mudah untuk dibuat, karena tidak semua orang berbakat memainkan kata-kata. Untuk anda yang memang tidak terlalu berbakat membuat cerpen anda tisak perlu susah-susah memikirkan dari mana anda akan mendapatkan cerpen, karena kami datang sebagai penyelamat anda. Di bawah ini kami persembahkan kumpulan Cerpen Persahabatan spesial untuk anda dan sahabat anda. Berikut ulasannya :

klik disini keseruan kita

Cerpen Persahabatan Juli 2013

 

 

BIMBINGAN KONSELING UAD

Orang yang awam masih mempunyai anggapan bahwa Bimbingan Konseling identitik dengan Polisi Sekolah atau mengurusi anak nakal saja. Padahal sebenarnya bimbingan konseling adalah sahabat siswa, pembela siswa. Anggapan ini yang kemudian muncul di benak para orang tua, terutama orang tua yang tidak mempunyai latar belakang pendidik (guru) bahwa profesi bimbingan konseling adalah profesi yang tidak mempunyai masa depan. Semakin tidak popular profesi bimbingan dan konseling dimata masyarakat disebebkan citra buruk terhadap profesi bimbingan dan konseling

 

Ketidakpopuleran ini juga muncul disebabkan banyak orang yang masih menyamakan antara sekolah/lembaga pendidikan dengan mengajar. Memang benar bahwa profesi mengajar ialah profesi guru. Namun, yang tidak banyak diketahui masyarakat bahwa konsep pendidikan bukan saja tentang mengajar namun membangun karakter (character building). Selain itu pula komponen di dunia pendidikan (profesi-profesi di dunia pendidikan) tidak hanya profesi guru saja. Profesi-profesi yang terdapat di dunia pendidikan yaitu pustakawan (lulusan ilmu perpustakaan), Laborat (lulusan sains/bahasa), administrasi pendidikan (lulusan administrasi pendidikan), teknolog pendidikan (lulusan teknologi pendidikan), psikolog pendidikan (lulusan Psikologi pendidikan), dan konselor (lulusan bimbingan dan konseling).

 

 

Apa itu Bimbingan dan Konseling?

 

Menurut Prof. Dr. Prayitno, M.Sc.Ed. Guru Besar Bimbingan dan Konseling dari Universitas Negeri Padang bahwa konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.

 

Dari pernyataan tersebut jelas disebutkan bahwa konseling dilakukan oleh seorang ahli (profesional) dalam yang mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus tentang prinsip-prinsip dan teknik-teknik khusus mengenai konseling. Sehingga tidak semua orang dapat melakukan konseling. Pendidikan dan pelatihan mengenai konseling, prinsip, teknik dan landasan-landasan ini yang dipelajari di dalam perkuliahan bimbingan dan konseling. Sebagai gambaran ada 4 aliran besar di dalam psikologi konseling (Psikoanalisis, Behaviorisme, Eksistensial-Humanistik dan Transpersonal), serta menurut zamannya dibagi menjadi 3 yaitu aliran klasik, modern dan post modern. Stephen Palmer (guru Besar University of City, US) mencatat ada lebih dari 25 aliran konseling terutama aliran post modern di seluruh dunia

 

Ada profesi lain yang juga berdekatan dengan profesi konselor dan seringkali tumpang tindih. Tumpang tindih yang dimaksud ialah penggunaan istilah “konseling” pada profesi ini, dan kewenangan melakukan konseling. Profesi ini yaitu profesi Psikolog dan Profesi Psikiater. Profesi Psikolog ialah seorang lulusan S1& S2 Psikologi serta telah mengikuti profesi psikolog (.Psi.). Sementara profesi Psikiater ialah lulusan S1 Pendidikan Dokter ditambah Spesialisasi kedokteran Jiwa (Sp.Kj). Perbedaannya bahwa Psikolog memiliki kewenangan melakukan psikoterapi pada klien yang mengalami gangguan kejiwaan neurosis dan psikosis serta berwenang melakukan interpretasi kepribadian (kejiwaan klien) dengan pendekatan psikologi. Profesi psikiater memiliki kewenangan melakukan psikoterapi pada pasien yang mengalami sakit jiwa dengan pendekatan medis (obat-obatan). Misalkan pada kasus pasien Skizofrenia, seorang psikiater lebih cenderung menggunakan obat-obatan (medis) seperti obat penenang untuk penyembuhan pasien sementara psikolog menggunakan pendekatan psikoterapi (psikologis) untuk penyembuhan klien tanpa treatmen obat-obatan.

 

Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) juga dikenal dengan nama Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB). Biasanya, di jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB) masih dibagi ke dalam program studi Psikologi (murni) dan Bimbingan dan Konseling. Sehingga di jurusan PPB, dosen-dosen psikologinya juga adalah dosen yang mengajar di program bimbingan dan konseling. Hal ini terjadi, seperti di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung

 

 

Peran Bimbingan dan Konseling terhadap masyarakat

 

Hampir tidak ada orang yang tidak pernah mengalami masalah dalam hidupnya. Dengan kata lain semua orang pasti mempunyai masalah, entah masalah itu kecil atau sangat rumit. Namun, ada orang yang dapat dengan baik memcahkan persoalannya sendiri, tetapi tidak sedikit pun orang yang tidak dapat memecahkan masalahnya sendiri sehingga memerlukan bantuan. Di media massa, hampir setiap hari kita jumpai orang yang bunuh diri. Bunuh diri merupakan pelarian orang yang frustasi dalam memecahkan masalahnya. Contoh lain tekanan di pekerjaan yang membuat orang menjadi stress, persaingan dunia usaha yang begitu keras, banyaknya jumlah pengangguran, perceraian keluarga, pergaulan remaja yang semakin bebas, penyalahgunaan narkoba, serta seks bebas yang semakin banyak kasusnya. Kasus-kasus yang dialami orang-orang tersebut sangat membutuhkan seorang ahli agar dapat keluar dari permasalahannya yang rumit. Tetapi apakah hanya masalah negatif seperti itu saja yang menjadi peran seorang konselor? Ternyata tidak, seorang konselor dapat pula memberikan konsultasi pendidikan bagi anak-anak yang hendak melanjutkan studi di SMA/perguruan tinggi atau konsultasi karier bagi pekerja yang ingin meningkatkan jenjang kariernya. Seorang konselor pun dapat memberikan jasa tes psikologis bagi seorang yang ingin mengetahui minat, bakat dan kecerdasannya baik dalam rangka pendidikan maupun karier. Konselor juga merupakan pemandu bakat yang professional, karena konselor mengarahkan bakat yang dimiliki oleh seseorang agar dapat berkembang menjadi lebih baik. Di masyarakat, konselor berperan dalam mengentaskan persoalan pengangguran melalui pemberian bimbingan pekerjaan, menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan kerja, menjadi motivator, pendidikan bagi anak jalanan, kesadaran gender, kesehatan mental serta memberikan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan keluarga, parenting (pengasuhan orang tua) dan kesehatan reproduksi. Dengan demikian, seorang konselor mempunyai peran yang sangat penting dalam masyarakat terutama fungsi sosial.

 

 

Landasan Ilmu Bimbingan dan Konseling

 

Syarat utama bagi yang ingin melanjutkan studi di bimbingan dan konseling ialah menyukai psikologi dan pendidikan. Terutama jika Anda termasuk siswa yang suka mendengarkan curhat teman atau pandai memberikan solusi atas suatu permasalahan psikologis yang dialami teman berarti Anda sangat layak menjadi calon mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Bimbingan dan Konseling di seluruh perguruan tinggi di Indonesia termasuk kelompok Ilmu Sosial (IPS). Kendatipun begitu tidak sedikit siswa yang berlatar belakang IPA mengambil kuliah Bimbingan dan Konseling, sebab justru dari kelompok IPA yang dapat dengan mudah mengikuti kuliah Bimbingan di Konseling. Kok begitu? Yups, di Bimbingan Konseling, terdapat mata kuliah yang juga bernuansa IPA seperti psikologi perkembangan yang membahas tentang perkembangan individu secara fisiologis, kesehatan mental, dan statistika. Selain itu, siswa yang berasal dari kelompok IPA mempunyai logika matematis yang bagus, yang sangat berguna terutama dalam membantu proses konseling (mencari solusi atas permasalahan klien), atau membuat aplikasi-aplikasi bimbingan dan konseling yang menggunakan dasar teknologi informasi. Meskipun kadangkala kurang memiliki kepekaan sosial dan komunikasi sosial yang baik, seperti siswa kelompok IPS terutama berkaitan dengan kebudayaan atau hubungan sosial.

 

 

Lalu apa saja yang dipelajari di jurusan Bimbingan dan Konseling?

 

Secara umum, perguruan tinggi bimbingan konseling di Indonesia pasti mempelajari: ilmu Pendidikan, Psikologi, Teori dan Teknik Konseling, serta Teknik Pemahaman Individu.

 

Ilmu pendidikan dipelajari sebagai landasan dalam bimbingan konseling yang memang menfokuskan diri dalam dunia pendidikan. Pada umumnya, mata kuliah ilmu pendidikan diajarkan pada Tahun 1. Mata kuliah yang termasuk kedalam ilmu pendidikan adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila/Kewarganegaraan, Sosiologi Antropologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Perkembangan Peserta Didik, Ilmu Alamiah Dasar, Pendidikan Jasmani, Belajar Pembelajaran, Teknologi Pendidikan, pengembangan Sistem Pembelajaran, Landasan/Dasar-Dasar Pendidikan, Evaluasi Pendidikan, Profesi Kependidikan dan Pendidikan Inklusi.

 

Ilmu psikologi merupakan induk dari ilmu konseling, sehingga tidak mungkin memisahkan konseling dengan psikologi. Konseling merupakan psikologi terapan (terapan dari ilmu psikologi). Perbedaan dengan jurusan psikologi adalah di Psikologi lebih umum, sementara konseling lebih khusus membahas tentang ilmu konseling. Pada umumnya nama-nama yang kental dengan istilah-istilah psikologi, di BK kemudian diubah menjadi nama-nama dalam istilah BK seperti contohnya matakuliah Psikodiagnostik menjadi Pemahaman Individu Teknik Testing. Mata Kuliah Psikologi meliputi Psikologi/Teori-Teori Kepribadian, Psikologi Perkembangan/Perkembangan Individu, Filsafat manusia, Psikologi Perilaku/Modifikasi Tingkah Laku/Dasar-Dasar Pemahaman Tingkah Laku, Psikologi Komunikasi/Komunikasi Antar Pribadi, Kesehatan Mental,

 

Ilmu konseling meliputi teori-teori dan aliran konseling, praktikum pendekatan konseling, serta teknik-teknik konseling. Mata Kuliah Ilmu Konseling yaitu Teori-Teori Konseling, Bimbingan dan Konseling Kelompok, Bimbingan dan Konseling Populasi Khusus/ABK, BK Pribadi-Sosial, Bimbingan dan Konseling Karier, Bimbingan dan Konseling Belajar, Teknologi Informasi dalam BK, Pengembangan Pribadi Konselor, Bimbingan dan Konseling Perkembangan, Profesi Bimbingan dan Konseling, Dinamika Kelompok, Media Bimbingan dan Konseling, Evaluasi dan Supervisi BK, Survey Bimbingan dan Konseling, Studi Kasus, Bimbingan dan Konseling Keluarga, Konseling Lintas Budaya.

 

Sementara Teknik Pemahaman individu mempelajari tentang penggunaan alat-alat yang membantu dalam proses konseling seperti penggunaan Tes Psikologis, teknik wawancara konseling, observasi, case study, dan Problem Checklist. Mata Kuliah teknik Pemahaman Individu antara lain Statistika, Aplikasi Stastistik, Pemahaman Individu teknik Non Testing, Pemahaman Individu teknik Testing.

 

Selain itu juga terdapat mata kuliah Praktikum Bimbingan Konseling, di mata kuliah ini mahasiswa belajar dan latihan praktek memberikan konseling kepada klien. Mata kuliah yang termasuk praktikum ini yaitu: Mikro Konseling, Praktikum Konseling Individual, Praktikum BK Kelompok, Praktikum BK Pribadi-Sosial, Praktikum BK Belajar, Praktikum BK Karier, Praktikum PI Teknik Testing, dan Praktikum PI Non Testing serta Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)

 

Selain mata kuliah yang disebutkan diatas, setiap perguruan tinggi Bimbingan dan Konseling juga memiliki mata kuliah pilihan sesuai kekhasan perguruan tinggi masing-masing. Mata kuliah pilihan merupakan peminatan mahasiswa dan dipilih berdasarkan minat masing-masing. Misalkan di Universitas Sebelas Maret (UNS) terdapat mata kuliah pilihan Cyber konseling (Konseling Jarak Jauh), dan Konseling Traumatik; di UHAMKA Jakarta terdapat Kosneling Industri, Konseling Pemasyarakatan&Sosial Kemasyarakatam dan Konseling Kesehatan; di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terdapat mata kuliah Bimbingan Konseling Anak, Konseling Berbasis Gender, Konseling NAPZA, Konseling Krisis di Sekolah, dan Konseling Untuk Anak Berbakat.

 

 

Apakah ruang lingkup bimbingan dan konseling hanya di pendidikan saja?

 

Pertanyaan ini yang sering muncul baik dikalangan calon mahasiswa, maupun mahasiswa bimbingan dan konseling sendiri. Pada seluruh perguruan tinggi bimbingan dan konseling, gelar sarjana Bimbingan dan Konseling yaitu Sarjana Pendidikan (S.Pd.) bidang Bimbingan Konseling serta Magister Pendidikan/S2 (M.Pd.) bidang Bimbingan Konseling. Beberapa perguruan tinggi bimbingan konseling lebih memfokuskan mahasiswanya menjadi konselor pendidikan (konselor sekolah/Guru Bimbingan dan Konseling) seperti yang terjadi di Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Negeri Malang (UM) Sehingga hampir pasti ruang lingkup bimbingan dan konseling hanya di lingkup pendidikan saja. Namun, ada pula perguruan tinggi yang juga memperlebar ruang lingkup bimbingan konseling tidak hanya di dunia pendidikan, seperti di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga yang juga membuka bidang konseling industri. Kendatipun gelarnya tetap Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

 

Seorang lulusan bimbingan dan konseling setelah lulus S1 Bimbingan dan Konseling dapat menempuh Pendidikan Profesi Konselor (PPK) yang sampai dengan saat ini baru tersedia di Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Lulusan PPK disebut dengan Konselor (Kons.). Dengan adanya sertifikat kons. dan lisensi dari ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia), seorang konselor dapat membuka praktik konseling untuk masyarakat umum tidak hanya konseling pendidikan saja, tetapi dapat pula konseling keluarga, konseling pernikahan, konseling anak, konseling remaja, konseling karier. Sementara itu konseor juga berwenang memberikan tes psikologis (tes bakat, minat dan kecerdasan) apabila telah memiliki sertifikat Tes Psikologi yang dapat ditempuh di Universitas Negeri Malang (UM) atau lulus pada jenjang pendidikan S2 Magister Pendidikan Bimbingan Konseling dengan konsentrasi Testing Psikologis di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung

 

 

Bidang-Bidang Konseling (Spesialisasi)

 

  1. Konseling Pendidikan

 

Pendidikan merupakan institusi pembinaan anak didik yang memiliki latar belakang social budaya dan psikologis yang beraneka ragam. Dalam mencapai maksud dan tujuan pendidikan banyak anak didik yang menghadapi masalah dan sekaligus mengganggu tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Masalah yang dihadapi sangat beraneka ragam, diantaranya masalah pribadi, sosial, ekonomi, agama dan moral, belajar, dan vokasional. Masalah-masalah tersebut seringkali menghambat kelancaran proses belajar, meskipun masalah yang dihadapi tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan akademik. Penyelenggara pendidikan, khususnya tenaga pendidikan bertanggung jawab membina anak didiknya sehingga berhasil sebagaimana yang diharapkan, termasuk mereka yang mengalami masalah.Konseling pada latar pendidikan ini telah banyak dikenal di Indonesia. Di Amerika, klinik konseling juga didirikan di sekolah dan pusat-pusat pendidikan pada awal perkembangan konseling, misalnya di Pennsylvania University pada tahun 1896.

 

  1. Konseling Vokasional/Karier

 

Konseling vokasional dapat pula disebut dengan konseling karier atau employment counseling. Konseling ini selain berkaitan dengan usaha membantu dalam penempatan tenaga kerja juga membantu klien yang memiliki masalah-masalah yang berhubungan dengan pekerjaan, misalnya dalam hubungan dengan pejabat di atasnya, dan penyesuaian dengan pekerjaan baru. Konseling vokasional ini menduduki fungsi yang sangat penting dalam rekrutmen dan penempatan tenaga kerja sebuah perusahaan atau departemen. Departemen Tenaga Kerja Amerika juga menggunakan konseling vokasional untuk menempatkan para veteran Perang Dunia II pada bidang-bidang yang lebih tepat. Di masyarakat industri, konseling vokasional ini semakin dibutuhkan baik bagi industri untuk peningkatan usaha-usahanya dan bagi pekerja untuk peningkatan penyesuaian kerja dan prestasi kerja.

 

  1. Konseling Keluarga dan Perkawinan

 

Konseling yang berkenaan dengan masalah-masalah keluarga, meliputi hubungan antar anggota keluarga (ayah, ibu, anak), peranan dan tanggung jawab masing-masing anggota keluarga. Hidup berkeluarga berarti melakukan penyesuaian baru, terutama yang berhubungan dengan tanggung jawab sebagai suami istri. Dalam banyak hal, membangun keluarga tidak semudah yang dibayangkan oleh para remaja. Banyak situasi yang harus diselesaikan dengan cara yang amat rumit termasuk perceraian.Konseling perkawinan dan keluarga bermaksud membantu menyelesaikan masalah-masalah psikologis yang dihadapi kedua belah pasangan, sehingga dalam menjalankan fungsi-fungsi keluarga mereka lebih dapat diterima kedua belah pihak dan dapat membangun keluarga secara lebih baik.

 

  1. Konseling Agama

 

Konseling agama (religion counseling) digunakan untuk membantu klien yang mengalami masalah-masalah yang berhubungan dengan agama, misalnya keragu-raguan akan nilai-nilai agama, kebimbangan dalam mengikuti aliran-aliran keagamaan, terjadinya konflik keyakinan keagamaan dengan pola pemikiran dan sebagainya. Konseling agama biasanya dilakukan terhadap klien yang seagama dengan konselor, dan diselenggarakan untuk membantu orang-orang yang bermasalah keagamaan.

 

  1. Konseling Rehabilitasi

 

Konseling rehabilitasi merupakan konseling yang dilakukan terhadap orang-orang yang sedang dalam proses rehabilitasi. Rehabilitasi berarti proses mempercepat sosialisasi atau berfungsi secara wajar dari keadaan sebelumnya, misalnya rehabilitasi setelah bertahun-tahun mengalami perawatan medis, rehabilitasi karena menjalankan hukuman, dan sebagainya. Seseorang yang di penjara misalnya membutuhkan pelayanan konseling. Konseling tersebut bermaksud membantu klien agar tidak mengalami masalah-masalah setelah keluar dari penjara (lembaga pemasyarakatan). Sebagian orang yang di penjara mengalami perasaan yang tidak diinginkan, seperti rasa tertekan, malu kepada masyarakat atau cemas tidak diterima oleh lingkungan sosialnya nanti. Konseling rehabilitasi ini juga dimaksudkan membantu klien yang cacat secara fisik, untuk mengembalikan persepsi dan emosi sehingga memandang dirinya secara positif dan dapat berbuat lebih tepat sesuai dengan potensi yang dimiliki.

 

  1. Konseling Traumatik

 

Konseling traumatik adalah upaya konselor untuk membantu klien yang mengalami trauma melalui proses hubungan pribadi sehingga klien dapat memahami diri sehubungan dengan masalah trauma yang dialaminya dan berusaha untuk mengatasinya sebaik mungkin.

 

  1. Konseling Industri

 

Konseling Industri adalah pembahasan suatu masalah dengan seorang karyawan yang mempunyai masalah emosional dengan maksud untuk membantu karyawan tersebut agar dapat mengatasi masalahnya secara lebih baik. Konseling bertujuan untuk memperbaiki kesehatan mental karyawan. Kesehatan mental yang baik berarti bahwa orang-orang merasa nyaman akan mereka sendiri, baik terhadap orang lain, dan sanggup memenuhi kebutuhan hidup. Awal mula dikenalnya konseling karyawan adalah pada tahun 1936 di Western Electronic Company, Chicago. Diyakini bahwa inilah pertama kali perusahaan menggunakan istilah “konseling personalia” bagi pelayanan pembimbingan kwan. Kepuasan kerja karyawan pasti meningkat sebagai hasil dari konseling.

 

 

Prospek Lulusan Bimbingan dan Konseling serta Jenjang Karier

 

Lulusan S1 Bimbingan dan Konseling sebagian besar terserap di dalam dunia pendidikan terutama jenjang SMP/Mts dan SMA/SMK/MA, namun ada juga beberapa lembaga pendidikan terutama swasta yang membutuhkan tenaga konseling untuk TK, PAUD dan SD.

 

Selain itu kebutuhan akan dosen bimbingan dan konseling sangat besar di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini disebabkan banyak dosen BK yang sudah menjelang masa pensiun, serta banyak dosen BK yang ternyata tidak berlatar belakang BK. Sementara perguruan tinggi BK membutuhkan dosen yang berlatar belakang BK secara linier (S-1 dan S-2 Bidang bimbingan dan konseling) untuk mendapatkan nilai akreditasi yang baik. Sehingga peluang menjadi dosen BK sangat terbuka lebar. Misalkan di Universitas Sebelas Maret Surakarta dari 15 dosen yang ada, hanya terdapat 7 dosen yang berlatar belakang S-1 dan S-2 BK dan itupun 14 orang adalah dosen yang sudah menjelang masa pensiun (diatas usia 55 tahun), sementara hanya mempunyai 1 dosen muda.

 

Sementara jenjang karier lulusan BK pada umunya menjadi pegawai negeri sipil. Seorang lulusan BK dapat memulai karier dari menjadi Guru BK, Koordinator Guru BK, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah bidang bimbingan dan konseling, Kepala Dinas Pendidikan Kota/Provinsi. Tidak sedikit pula lulusan BK yang berkarier sebagai kepala sekolah atau pengawas sekolah. Ada pula lulusan BK yang menjadi Rektor Perguruan Tinggi seperti Bpk Prof. Dr, Sunaryo Kartadinata yang merupakan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Dekan Fak. Ilmu Pendidikan UPI Prof. Dr. Ahman yang juga merupakan lulusan BK. Selain itu tidak sedikit lulusan BK yang mempunyai posisi penting di institusi sekolah maupun perguruan tinggi.

 

Bagi yang ingin berwirausaha dapat mendirikan Lembaga Konseling, Jasa Layanan Tes Psikologi, ataupun Lembaga Konsultasi Pendidikan. Kebutuhan terhadap layanan Konseling ini semakin besar terutama di kota-kota besar dimana masyarakatnya semakin terbuka, dan memiliki tingkat stress yang tinggi, Dewasa ini kebutuhan akan konseling anak dan konseling pendidikan, luar biasa banyaknya. Akan tetapi sedikitnya lulusan BK yang mau mengisi peluang ini, menjadikan konseling anak lebih dikuasai oleh psikolog anak sementara konseling pendidikan/karier lebih diisi oleh praktisi-praktisi yang bahkan tidak punya latar belakang psikologi/pendidikan/konseling melainkan belajar dari pengalaman. Lembaga Konseling yang sudah ada yaitu Multikarya Konseling dapat diakses di http://www.multikaryakons.com/

 

Bidang lain yang dapat diisi oleh lulusan BK adalah HRD/Pengembangan SDM di instansi/dunia usaha dan industri, bank; Tenaga Konselor di Pusat Rehabilitasi, Lembaga Pemasyarakatan, Perkumpulan Keluarga berencana Indonesia (PKBI); Konsultan pengembangan SDM; Motivator; Badan Penasehat Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kementerian Agama; Konselor dan Konsultan Pendidikan di Lembaga-Lembaga Bimbingan Belajar (LBB).

 

 

Tips memilih program studi Bimbingan dan Konseling yang Bagus

 

Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa kualitas lulusan bergantung pada kualitas perguruan tingginya. Kualitas perguruan tinggi dapat dilihat dari nilai akreditasinya. Perguruan tinggi yang baik kualitas pendidikannya, mempunyai nilai akreditasi A. Ada beberapa perguruan tinggi bimbingan konseling di Indonesia yang mempunyai akreditasi A untuk jenjang S-1: Perguruan Tinggi negeri (PTN) yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Padang (UNP) sementara perguruan tinggi swasta yaitu Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW), Universitas Katolik Indonesia Atmajaya Jakarta, Universitas Muhammadiyah Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta. Jadi bagi Anda yang tertarik mempelajari Bimbingan dan Konseling perhatikan akreditasi perguruan tinggi yang hendak Anda tuju, karena Bimbingan dan Konseling yang berakreditasi baik menunjang kompetensi Anda di bidang bimbingan dan konseling. Sementara perguruan tinggi yang mempunyai akreditasi kurang hanya sekeder memberikan gelar saja, tetapi sangat minim fasilitas dan ilmu serta kompetensi yang didapatkan.

selengkapnya tentang BK UAD

publisher jpg,pdf,pub klik disini

Sembuhkan Hatimu! 5 Alasan Kamu Perlu Memaafkan Ia yang Melukaimu

Berhentilah sejenak lalu tanyakan pada dirimu sendiri, “Apa yang menahanmu untuk memaafkannya?” Pertanyaan inilah yang perlu kita tanyakan pada diri sendiri setiap kali merasa susah untuk memaafkan dia yang telah menorehkan luka. Memaafkan seseorang memang bukan perkara gampang. Tapi untuk bisa segera membuka lembaran baru, kita harus berani dan mau memaafkannya.

“The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong.”

― Mahatma Gandhi

Justru dengan memaafkan, kamu akan jadi lebih kuat. Kamu tak akan lagi punya beban untuk bisa melanjutkan hidupmu. Untuk lebih memantapkan hati, yuk cari tahu kenapa sih kita perlu memaafkan dia yang telah melukai hati kita.

5 Kesalahan Wanita Soal Cinta dan Asmara

Wanita dikenal sebagai sosok yang lebih ribet dan memikirkan hubungan cinta dan asmara dibandingkan para pria. Walaupun begitu, bukan berarti wanita selalu tahu masalah percintaan dengan baik, karena kesalahan-kesalahan di bawah ini sering dilakukan wanita.

Pesimis Dengan Cinta

“Cinta itu bullsh*t, aku nggak percaya sama yang namanya cinta.” begitu kira-kira yang sering diucapkan beberapa wanita. Kami tidak bisa menyalahkan wanita yang berpendapat demikian, karena bisa saja dia mengalami trauma dengan cinta, jatuh cinta dengan pria yang salah dan brengsek atau hal lain yang membuat dirinya pesimis dengan cinta. Jika Anda adalah wanita ini, bagaimana Anda bisa memulai hubungan baru jika masih pesimis dengan cinta? Optimislah dengan cinta, karena cinta dan kasih sayang adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk memelihara kebahagiaan manusia.

Merasa Tidak Pantas Mendapat Lebih

“Yaudahlah, mungkin aku memang pantas hanya dicintai begini saja,” saat Anda mencintai seseorang dan orang itu juga mencintai Anda, maka wajar jika Anda dan dia saling memberikan yang terbaik. Tapi ada beberapa wanita yang diam saja saat sang pacar mengucapkan kata kasar dan melecehkannya (baik secara fisik atau verbal). Parahnya, si wanita merasa pantas mendapatkan semua itu. Wake up, ladies! Semua wanita pantas mendapatkan cinta terbaik dari seseorang. Setiap orang berhak untuk diperlakukan baik. Jika pria yang Anda cintai itu mengatakan cinta tapi kelakuannya buruk, itu sama sekali bukan cinta.

Pacaran Karena Mengejar Status

“Daripada saya jomblo melulu, mending pacaran deh sama siapa aja yang penting cowok single,” aduh.. apa pula ini pacaran demi mengejar status in-relationship? Mungkin Anda merasa oke-oke saja pacaran tanpa perasaan cinta, yang penting kelihatan punya gandengan. Tetapi tahukah Anda apa bahayanya? Anda sedang membohongi diri sendiri, dan yang paling parah adalah Anda sedang membohongi sang pria bahwa Anda mencintainya. Bayangkan apabila sang pria sungguh-sungguh mencintai Anda dan mengutarakan niat pernikahan, padahal Anda hanya ‘main-main’ saja dalam hubungan ini? Well, pikirkan lagi!

Harus Berdebar di Perjumpaan Pertama

“Jatuh cinta itu harus berdebar-debar saat jumpa di awal,” banyak nih yang memakai sinyal jantung berdebar-debar sebagai tanda cinta di awal pertemuan. Memang sih.. sinyal ini bisa jadi tanda bahwa Anda sedang jatuh cinta, tapi banyak juga yang tertipu karena sinyal ini seringkali merupakan tanda Anda terobsesi dengan sang pria, bukan jatuh cinta. Jika Anda tidak berdebar saat pertama jumpa dengannya, kenapa tidak mencoba kesempatan selanjutnya? Banyak lho cerita pasangan menikah langgeng yang jujur bahwa mereka tidak berdebar-debar di awal jumpa atau jatuh cinta pada pandangan pertama. Cinta kadang tumbuh berlahan akar kokoh dan kuat. Kadang cinta itu menganut paham, “Cinta itu datang karena biasa,”.

Mengabaikan Sinyal Hubungan Tidak Sehat

Banyak wanita yang mempertahankan hubungan tidak sehat padahal dia sendiri menyadarinya. Ada banyak alasan mengapa wanita mau bertahan dalam penderitaan ini, salah satunya adalah takut memulai yang baru karena terlanjur nyaman (walaupun menahan derita). Ada juga yang bertahan karena faktor umur ,”Umurku udah segini, kalau putus dari dia takut jomblo lama dan melewati usia pernikahan,” Ladies, jika saat ini Anda tahu bahwa hubungan ini tidak sehat, terbayangkah bagaimana jika Anda menikah dengannya? Hubungan yang tidak sehat cenderung memburuk setelah menikah, bahkan setelah Anda dan dia memiliki anak. Jadi pertimbangkanlah hal ini.

Itu dia 5 kesalahan wanita dalam hal cinta dan asmara. Apakah Anda pernah atau sedang melakukannya?

Mengapa Wajib Berjilbab? Apa Azab Tidak Memakai Jilbab?

Assalamu’alaikum wr. wb.

(*Gini, banyak dari teman-teman yang sudah tau tapi enggan berjilbab alasannya belum siap atau dari pada berjilbab tapi bejat mending jilbab hati dulu.. dan ada yang belum tau wajib hukumnya mengenakan jilbab.. 

 

Setiap kali berbicara mengenai hukum wajib menggunakan jilbab sering kali perdebatan/ pembantahan yang terjadi.. 
karna itu ada beberapa pertanyaan dalam diri saya, serta keraguan yang terlintas.. karena saya masih sangat awam dalam hal agama sangat takut sekali bila saya telah mengenakan hijab tetapi melakukan dosa maka dosanya akan lebih bekali-kali lipat.. dan membuat saya sangat takut dan akhirnya saya putuskan untuk menteguhkan pendirian saya maka saya membaca beberapa artikel dan hadist serta ayat mengenai hukum mengenakan hijab dan apa akibat bila tidak berjilbab dan apakah boleh tidak berjilbab karena belum siap? 
maka postingan dibawah ini akan menjawab semua, kami mengingatkan sebuah pesan dari Nabi Kita,Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam tentang Hijab. Jangan menyesal kelak di hari Kiamat, bila Anda tidak mau membaca dan mentaati nasihat ini.) 


APA JILBAB ITU?Jilbab atau hijab secara syari’at merupakan bagian pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi kepala wanita hingga ke dadanya.

Dalilnya adalah:
“…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” [QS. An-Nuur 24:31]. Artinya ialah bahwa Allah menghendaki agar para wanita menutup kain dari kepalanya hingga ke dadanya.

Dari ayat ini maka para wanita Muslimah perlu memperhatikan apa yang ia pakai. Apakah benar-benar hijab yang sesuai hukum Allah, ataukah hanya kain yang dihias-hias oleh tukang salon. Ingat, hijab bukanlah mode yang bertujuan membuat wanita lebih cantik, justru hijab dipakai agar wanita terlindungi dari fitnah. Itulah salah satu tujuan syari’at.

Dalilnya ialah:

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Di antara para wanita di zaman Rasulullah tersebut tentu ada yang baru masuk Islam atau ahli maksiat. Namun, setelah turunnya ayat kewajiban hijab, maka mereka langsung melakukannya. Tak ada wanita yang beralasan seperti wanita di zaman sekarang yang menolak hijab dengan alasan: “Aku belum siap”, atau “Jilbab hanya untuk wanita sholehah”.

AKU BELUM (HARUS) SIAP

Di antara alasan-alasan umum yang dikemukakan wanita Muslimah yang belum berjilbab ialah: “Aku belum siap”. Jika kita cermati, alasan ini kurang bisa diterima dari segi akal maupun dalil dengan sebab sebagai berikut:

  • Ini bisa kita analogikan sebagai berikut: Ketika kita mengajak seseorang untuk sholat wajib lima waktu, kemudian orang itu menolak dengan alasan: “Aku belum mau sholat lima waktu karena belum siap.” Padahal kewajiban memakai hijab lebih mudah daripada sholat, yang kamu butuhkan hanya hijab yang cukup hingga menutup dada, rok panjang dan lebar, dan baju yang agak panjang dan tidak ketat. Kalau mau yang lebih efektif bisa memakai pakaian sejenis daster dimana baju dan roknya menyatu. Memakai hijab tidak seperti orang naik haji, atau membayar zakat, atau menyembelih kambing yang dibutuhkan kemampuan, sehingga alasan: “Aku belum siap” bukanlah udzur dan tidak ada keringanan.
  • Kita tanyakan kepada wanita yang beralasan “Aku belum siap”: “Kapankah kamu siap? Bisa jadi kamu mati dalam keadaan belum siap berhijab.” Terkadang di antara mereka ada yang meyakini kalau mereka siap berhijab kalau sudah menikah. Apakah mereka yakin mereka akan hidup di saat itu?
  • Dari segi dalil maupun ijma’, tak ada satu pun ayat Al-Qur’an, hadits, pendapat ulama dimana wanita yang berhijab harus menyiapkan sesuatu khusus terlebih dahulu. Bahkan dari hadits yang telah kita bahas di atas, para wanita Arab di zaman Rasulullah yang tentunya di antara mereka ada yang baru saja masuk Islam langsung membuat hijab ketika turunnya ayat yang mewajibkan hijab. Tidak ada di antara mereka yang beralasan: “Ya Rasulullah, bolehkah aku tidak memakai hijab karena aku belum siap?” Dalil ini juga langsung membantah pernyataan bahwa wanita yang pantas berhijab hanyalah wanita sholehah atau yang ilmu agamanya luas. Semua wanita Muslimah yang sudah akil baligh WAJIB berhijab

KEBATILAN ANGGAPAN JILBAB HATI

Sebagian orang yang mengikuti hawa nafsu berkata bahwa jilbab tidaklah penting yang terpenting adalah jilbab hati. Maka, tanyakanlah lagi kepada orang tersebut: “Bagaimana jilbab hati yang benar itu?” Pernyataan seperti ini sangat dekat dengan bid’ah-bid’ah yang dibuat oleh orang-orang Nasrani yang tidak bersunat, ketika mereka ditanya: “Yesus dikhitan pada hari ketujuh setelah kelahirannya, mengapa banyak di antara kalian yang tidak khitan? Mereka menjawab: ‘Yang penting bagi kami adalah SUNAT HATI!’”

Maka bertakwalah sekelompok orang yang menyelisihi sunah Rasulullah dan syari’at yang telah ditetapkan Allah dalam agama yang mulia ini.

Kemudian ada pula yang mengatakan: “Untuk apa berjilbab kalau kelakuannya bejat? Lebih baik tidak berjilbab tapi kelakuannya baik.”

Maka, kita katakan kepada orang seperti ini: “Berjilbab saja kelakuannya bejat, apalagi tidak berjilbab? Seandainya ada wanita tidak berjilbab berpengarai baik, tentu lebih baik lagi apabila ia berjilbab.”

Belum satu pun saya temui ayat Al-Qur’an, hadits, atau pendapat ulama yang berkata tentang adanya “Jilbab hati”. Bisa jadi ini adalah perkara baru yang diada-adakan.

Dan Allah SWT berfirman di dalam surat Al-A’raf ayat 26 yang artinya :

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”.

Allah Juga berfirman di dalam surat al-Ahzab ayat 36 yang artinya :

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”

Dan Allah juga berfirman di dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 103 – 107 yang artinya :

“Katakanlah: Apakah (mau) Kami beritahu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-sia saja perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat usaha yang sebaik-baiknya. Mereka itulah orang-orang yang mengingkari (kufur) terhadap ayat-ayat Allah dan menemui-Nya, maka hapuslah amal pekerjaan mereka, dan Kami mengadakan suatu pertimbangan terhadap (amalan) mereka di hari kiamat.Demikianlah, balasan mereka ialah jahanam, disebabkan mereka kufur/ingkar dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan Rasul-rasul- Ku sebagai olok-olok. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal.”

BOLEHKAH AKU MEMAKAI JILBAB DAN MELEPASNYA SEKALI-KALI?

Terkadang ada saja pertanyaan terlontar dari para Jilbabers, para wanita yang masih belajar memakai jilbab, atau yang berencana memakai jilbab:

“Bolehkah aku memakai jilbab dan melepasnya sekali-kali?”

Jawaban: BOLEH

Hal ini disebabkan tidak mungkinnya para wanita Muslimah memakai jilbab terus menerus. Ada saat dimana ia melepas jilbabnya. Yaitu di saat mandi, tidur di dalam kamarnya, di saat berdua dengan suami, atau saat berkumpul hanya dengan keluarganya di dalam rumah selama ia yakin tak ada orang non-mahrom yang melihatnya tanpa jilbab. Sebab Allah Azza wa Jalla berfirman:

“…dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” [QS. An-Nuur 24:31]

Maksud dari ayat ini ialah seorang wanita boleh membuka jilbabnya di hadapan suami, ayah, mertua, anak, saudara, keponakan, teman-temannya sesama Muslimah, pembantu / budak yang tidak punya syahwat karena lanjut usia atau karena dikebiri, atau bocah di bawah umur yang belum mengerti apapun tentang aurat (untuk bocah di zaman sekarang dan akibat dari negeri berpaham sekuler kira-kira di bawah tujuh tahun).
SIAPAKAH YANG PERTAMA KALI TERBUKA AURATNYA?

Nenek moyang kita ;
Adam ‘alayhis salam dan isterinya adalah manusia pertama yang terbuka auratnya setelah keduanya diperdaya oleh syaitan:

“Hai anak cucu Adam! Jangan sampai kamu dapat diperdayakan oleh syaitan, sebagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari syorga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya.” (Q. S. Al-A’raf: 27)

Allah memperingatkan kita agar jangan melakukan kesalahan yang sama, salah satunya yaitu memamerkan aurat di depan orang-orang yang seharusnya tidak pantas melihat aurat kita. Sebab yang demikian merupakan salah satu tipu daya setan.

Setan telah berhasil membujuk kaum hawa untuk tidak menutup auratnya sesuai syari’at dengan membisikkan kata-kata yang manis: “Jangan berjilbab, karena engkau belum siap. Kamu masih suka bermaksiat, janganlah berjilbab. Pengetahuan Islammu masih awam, tak perlu berjilbab. Berjilbabnya nanti saja ketika sudah menikah, kalau sekarang kamu berjilbab tak ada laki-laki yang mau dekat sama kamu. Yang penting jilbab hati dulu.” Begitulah pekerjaan setan, sama seperti ketika mereka membujuk nenek moyang kita untuk memakan buah terlarang.

Siksa Azab Buat Perempuan Yang Tidak Mau Berhijab/berjilbab
1. Azab buat perempuan yang membuka rambut kepalanya selain suaminya adalah : Rambutnya akan digantung dengan api neraka sehingga mendidih otaknya dan ini terjadi sampai berapa lama ia di dunia semasa hidupnya belum menutup rambut kepalanya.

2. Perempuan yang suka berpakaian seksi dan menonjolkan dadanya adalah : “Digantung dengan rantai api neraka di mana dada dan pusatnya diikat dengan api neraka serta betis dan pahanya diberikan panggangan seperti manusia memanggang kambing di dunia dan api neraka ini sangat memedihkan perempuan ini.”

3. Azab buat perempuan yang suka menjadi penggoda dan berusaha menggairahkan pria lain dengan tubuhnya yang aduhai adalah “PEREMPUAN INI MUKANYA AKAN MENGHITAM DAN

MEMAKAN ISI PERUTNYA SENDIRI.” (Hadits diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim)

{ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻗُﻮﺍ ﺃَﻧﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ
ﻧَﺎﺭًﺍ }

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahriim: 8)

Kaum wanita yang tak mau memakai jilbab,adalah mendustakan ayat Allah surat An Nur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59 dan menyombongkan diri terhadap perintah Allah tersebut, maka sesuai dengan bunyi ayat tersebut diatas mereka kekal didalam neraka.

Ummat Islam selama ini menyangka tidak kekal didalam neraka, karena ada syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW yang memohon kepada Allah agar ummat yang berdosa dikeluarkan dari neraka.

Mereka yang dikeluarkan Allah dari neraka, mereka yang dalam hidupnya ada perasaan takut kepada Allah. Tetapi kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, tidak ada perasaan takutnya akan siksa Allah,sebab itulah mereka kekal didalam neraka. Sekarang kaum wanita yang tak mau berjilbab, dapat menanyakan kepada hati nurani mereka masing-masing.

Apakah terasa berdosa bagaikan gunung yang sewaktu-waktu jatuh menghimpitnya atau bagaikan lalat yang hinggap dihidung mereka?. Kalau kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, menganggap enteng dosa mereka bagaikan lalat yang hinggap dihidungnya, maka tak akan bertobat didalam hidupnya. Atau dalam perkataan lain tidak ada Perasaan takutnya kepada Allah, sebab itu mereka kekal didalam neraka sebagaimana bunyi surat Al-A’raaf ayat 36 di atas.Jadi mereka tak mendapat syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW nanti di akhirat.

“Semoga menjadi renungan kita bersama bahwa yang wajib itu tetap wajib hukumnya,,” kalau tidak mulai dari sekarang apakah kita akan menunggu hari lusa atau disaat kita sudah tua,,,?” Ingat satu hal Malaikat maut itu tidak menunggumu hari lusa besok atau taun depan mungkin satu menit,jam atau hari esok kita telah dicabut nyawanya oleh malaikat maut,,”dan kita benar-benar menjadi orang yang merugi setelah hari itu datang kepada kita,,.

UNTUK KAUM WANITA SEGERALAH BERJILBAB SEBELUM AJAL MENJEMPUTMU DAN MEMBAWAMU KE NERAKA JAHANNAM.

Demikianlah artikel tentang jilbab ini dibuat. Adapun jika kurang jelas, kurang lengkap, atau terdapat kesalahan padanya semata-mata karena keterbatasan ilmu dan kelupaan penulis. Namun, semoga artikel ini dapat membantu memberikan pencerahan dan motivasi kepada saudari-saudari saya.

Yang belum berjilbab, hendaklah berjilbab. Yang sudah berjilbab, hendaklah memperbaiki jilbabnya. Yang telah berjilbab dengan baik, bantulah yang belum berjilbab.

5 Sarapan Sehat & Cepat Tanpa Ribet dan Repot Masak

Banyak orang tidak sarapan karena berbagai alasan, salah satunya adalah tak punya banyak waktu untuk menyiapkannya, menghabiskan banyak waktu karena harus masak dan lain sebagainya. Tapi tahukah kamu bahwa sebenarnya sarapan tidak harus masak lho.

Jika kamu ingin sarapan, ini sekian ide menu sarapan tanpa masak yang bisa kamu coba di rumah.

  • Jus buah

    Siapkan blender dan masukkan buah, tinggal diblender sebentar dan minum. kamu tak akan menghabiskan banyak waktu menyiapkannya.

  • Salad buah

    Kamu juga bisa menyiapkan potongan-potongan buah malam hari sebelum tidur untuk persiapan sarapan besok. Atau jika kamu benar-benar tak sempat, beli apel, jeruk atau pisang saja yang mudah dimakan. Jadi pagi hari sebelum berangkat, kamu tinggal ambil dan makan.

  • Makan sereal oat

    Sereal adalah menu yang mengenyangkan, tuang susu dan campur dengan oatmeal. Hangatkan 1 menit di mikrowave dan siap makan. Kamu juga bisa mengganti susu dengan yogurt jika suka.

  • Roti selai

    Pilih roti gandum yang kaya serat dan oles selai. Kamu sudah siap dengan sarapan yang mengenyangkan meski mungkin tak begitu sehat.

  • Telur rebus

    Kamu bisa merebus telur malam harinya, jadi pagi tinggal makan saja tak perlu memasak. Tak perlu juga disimpan di kulkas karena telur matang yang dingin tak enak dimakan.

Nah, jadi kata siapa sarapan harus ribet masak dulu? Kamu sebenarnya bisa mengkreasikan berbagai buah dan makanan yang langsung makan untuk sarapan. Jika terbiasa sarapan, kamu bisa menjaga berat badan lebih optimal, kan?

BIMBINGAN DAN KONSELING

BIMBINGAN KONSELING

  1. DEFINISI
  2. Bimbingan

Menurut Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Hal senada juga dikemukakan oleh Prayitno dan Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Sementara Bimo Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Chiskolm dalam McDaniel, dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94), mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendir

  1. Konseling

Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101).

Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.

  1. Kesimpulan

Jadi disini saya simpulkan bahwa pengertian bimbingan dan konseling yaitu suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Fungsi atau kegiatan bimbingan dan konseling, lazimnya seperti telah disebutkan di muka,disebut-sebut para ahli bukan sekadar yang bersifat preventif dan kuratif atau korektif saja, melainkan sebagai berikut :

  1. Fungsi preventif atau pencegahan, yakni mencegah timbulnya masalah pada seseorang
  2. Fungsi kuratif atau korektif,yakni memecahkan atau menanggulangi masalah yang sedang dihadapi oleh seseorang.
  3. Keadaan preventif dan developmental, yakni memelihara agar keadaan yang telah baik tidak menjadi tidak baik kembali dan mengembangkan keadaan yang sudah baik itu menjadi lebih baik.

Bimbingan islam merupakan proses bimbingan bantuan,artinya bimbingan tidak menentukan atau mengharuskan, melainkan sekedar membantu individu.Individu dibantu, dibimbing, agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah. Maksudnya sebagai berikut :

  1. Hidup  selaras dengan ketentuan Allah artinya sesuai dengan kodrat yang ditentukan Allah ,sesuai dengan sunatulloh, sesuai dengan hakikatnya sebagai mahluk Allah.
  2. Hidup selaras dengan petunjuk Allah artinya sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan Allah melalui rasulnya (ajaran islam )
  3. Hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah berarti  menyadari eksistensi diri sebagai mahluk Allah yang diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya ,mengabdi dalam arti seluas-luasnya.

 

Singkatnya DISINI ^_^

Hijab

Pandangan Mata Tentang Hijab di Zaman Modern

Manfaat Memakai Jilbab

Dengan banyak beredarnya cara-cara memakai jilbab style, cantik, dan lain daripada yang lain, wanita-wanita semakin terdorong hasratnya untuk segera mengenakan jilbab dalam berbagai aktivitas dan acara seperti di kantor, sekolah, acara resepsi, bahkan untuk wisuda. Namun ingat, ketika memakai jilbab, aspek yang terus harus diingat bahwa fungsi utama jilbab adalah untuk menutup aurat. Oleh karena itu, dalam kondisi apapun, walaupun kita membuat gaya-gaya unik nan cantik pada jilbab kita, janganlah sampai mengabaikan nilai-nilai Islam.
Sebenarnya manfaat jibab yang hakiki adalah menutup aurat. Wanita-wanita muslim yang memakai jilbab akan dianggap lebih suci dan terhormat. Selain itu, jilbab juga mempunyai manfaat lain yaitu melindung rambut dari sinar matahari yang menyebabkan rambut akan rusak dan kering. Lalu ada juga yang mengatakan bahwa ketika seseorang memakai jilbab, maka jilbab tersebut akan membentengi diri orang tersebut untuk melakukan aktivitas yang melanggar hukum Islam.

Banyak kategori jilbab sekarang yang beraneka ragam. Kalau dulu jilbab mungkin hanya berbentuk segi empat dan yang dilipat menjadi bentuk segitiga dan disatukan di bawah dagu, sekarang telah beredar berbagai macam bentuk jilbab yang sangat memikat. Walaupun banyak bermacam-macam model jilbab terbaru, dasar tata cara memakai jilbab yang baik dan benar tetaplah sama.

Pertama-tama, kenalilah bentuk muka Anda. Tentukan bahwa Anda memiliki wajah bulat, lonjong, persegi, dll. Jika anda memiliki wajah bulat atau persegi, maka akan terlihat lebih baik jika anda menyatukan kerudung anda di bawah dagu. Lain lagi dengan anda yang mempunyai bentuk wajah lonjong atau oval, maka akan terlihat lebih menawan jika mengkreasikan jilbab anda dengan menyatukannya di bawah tengkuk.
Lalu untuk masalah asesoris, ada baiknya jika Anda benar-benar memilih bahannya agar tidak melukai Anda maupun jilbab Anda. Untuk asesoris yang berbahan dasar metal, sebaiknya Anda memilih yang tidak cepat berkarat dan segera lepas asesoris Anda ketika melepas jilbab Anda.

Perkembangan Fashion Muslim di Indonesia Begitu Cepat

Saat ini Indonesia tercatat sebagai negara dengan perkembangan Fashion muslim yang cukup besar di dunia. Banyak hijabers muda dan berprestasi di kancah dunia internasional sehingga mampu menginspirasi bahwa muslimah tidak kuno tetapi juga bisa modis namun tetap syar’i, santun dan bersahaja.
Kini muslimah sangat dimanjakan dengan banyaknya gaya berpakaian muslim dan gaya berhijab yang modis. Kreasi cara pakai hijab pun semakin banyak dan tentunya cantik. Disamping itu ada yang sedang subur berkembang ada pula yang berkurang. Maksudnya perkembangan hijab yang kini sedang berkembang kini bisa mengurangi keefisienan kita dalam menggunakan hijab tersebut.
Tutorial jilbab sekarang sudah tak terhitung jumlahnya. Karena sudah semakin banyak kreasi yang bisa diciptakan dari jilbab itu sendiri. Di satu sisi hal tersebut bisa memberi pilihan anda dalam menentukan gaya berjilbab. Namun di sisi lain menimbulkan beberapa masalah bagi pengguna hijab tersebut diantaranya :

Bingung Menentukan Gaya Berjilbab

Dengan banyaknya gaya hijab atau Baju muslim yang bisa dikreaikan membuat kita bingung harus menggunakan gaya hijab seperti apa. Saran buat anda pilih gaya hijab yang sesuai dan simple jadi tidak perlu repot memakainya. Dengan kreasi hijab memang lebih bagus namun jika anda tidak pandai memakainya akan terlihat berantakan.
Lupa akan kaidah berhijab. Pada dasarnya tujuan setiap muslimah berhijab adalah untuk menutupi aurat. Usahahkn anda jangan terlalu menonjolkan segi fashion dalam berjilbab namun seimbangkan dengan pengetahuan tentang agama dan kaidah berhijab sebenarnya. Dengan kreasi hijab sederhana anda bisa tetap cantik kok
Menjadi Korban Mode Tren Masa Kini. Menggunakan hijab bukanlah tren atau hanya moode sesaat saja. Berhijab bukan sekedar untuk menjadi hijabers gaul melainkan kaidah yang sebenarny adalah seorang muslimah harus menutup auratnya.
Hijab dengan gaya klasik dianggap membosankan. Padahal gaya hijab ini sering digunakan wanita muslimah sebelum meledaknya hijab masa kini yang tidak lekang dimakan waktu. Gaya jilbab klasik yang lebih simple dan sederhana merupakan gaya dasar berjilbab yang paling mudah untuk dipelajari.
Tidak masalah mengikuti gaya berjilbab masa kini yang penuh kreasi cantik dan menariknamun tidak perlu terlalu mengikuti tren dan menjadi korban mode karena kaidah berjilbab yg sebenarnya adalah tetap santun dan cantik dan syar’i tentunya.
tutorial hijabnya ada DISINI!!

Masker buah

CANTIK ALAMI

Buah-buahan selain menyehatkan untuk dimakan, juga dapat bermanfaat dengan cara lain. Kandungan nutrisi dan vitaminnya dapat langsung dirasakan untuk membuat kulit CANTIK. Dengan buah-buahan yang ada, Anda dapat membuat CANTIK  yang akan membuat wajah terlihat cerah dan bersih. Selain alami, membuat masker buah sangat murah, sehingga perawatan kecantikan tidak perlu menguras kantong Anda. Apa saja buah yang dapat digunakan dan apa khasiat yang dihasilkannya?

Stroberi

Sebagai buah yang memiliki kaya VITAMIN C, STOBERI dengan kandungan asam salisilat, vitamin C, E dan K yang sangat baik untuk kulit. Khasiatnya dapat mengencangkan dan meremajakan kulit.

Cara membuat dan menggunakan:

  • Hancurkan buah stroberi menggunakan sendok atau garpu.
  • Dapat juga ditambahkan dengan 1 sendok teh madu.
  • Oleskan pada wajah.
  • Biarkan selama kurang lebih 20 menit.
  • Bersihkan dengan air hangat atau air mawar. Gunakan kapas sebagai bantuan.

Alpukat

ALPUKAT dapat membantu meningkatkan kadaR KOLESTEROL baik dalam tubuh, tetapi khasiatnya tidak kalah jika dijadikan masker wajah. Bermanfaat untuk melembabkan kulit, sehingga sangat cocok untuk Anda yang memiliki kulit wajah kering.

Cara membuat dan menggunakan:

  • Hancurkan daging buah alpukat.
  • Oleskan pada wajah selama 30 menit.
  • Bilas dengan kapas dan air hangat untuk membersihkan masker dari wajah.

Pisang

Buah berwarna kuning ini memiliki khasiat yang baik untuk wajah. Dengan menggunakannya, kulit wajah akan menjadi lembab dan kenyal. Sangat baik untuk meremajakan kulit.

Cara membuat dan menggunakan:

  • Ambil pisang ambon dan hancurkan buahnya.
  • Tambahkan minyak zaitun atau madu pada buah pisang yang telah dihancurkan.
  • Oleskan pada wajah dan biarkan selama 30 menit.
  • Bersihkan wajah dengan kapas yang telah dibasahi air hangat.

Apel

Kandungan pada buah  dapat membantu mengurangi minyak pada wajah.

Cara membuat dan menggunakan:

  • Hancurkan buah apel dengan menggunakan blender. Jangan tambahkan air pada saat diblender.
  • Oleskan secara merata pada wajah dan biarkan selama 30 menit.

Tomat

Warnanya yang merah dengan rasa sedikit asam dapat diaplikasikan pada wajah dan akan membuat kulit wajah lebih halus dan merona alami.

Cara membuat dan menggunakan:

  • Iris buah tomat.
  • Gosokkan pada wajah.
  • Cara lain adalah dengan memeras buah tomat, ambil airnya untuk dioleskan pada wajah.

Bengkoang

Buah berwarna putih ini dapat membantu membuat kulit wajah menjadi lebih putih.

Cara membuat dan menggunakan:

  • Cuci dan kupas bengkoang.
  • Gunakan blender untuk menghancurkan bangkoang.
  • Campurkan dengan sedikit madu dan perasan air jeruk nipis.
  • Balurkan pada wajah selama kurang lebih 30 menit.

Mentimun

Selain khasiatnya yang dapat menyegarkan mata, mentimun juga dapat berguna bagi kecantikan wajah. Khasiatnya bagi wajah adalah untuk menghaluskan wajah.

Cara membuat dan menggunakan:

  • Blender mentimun sehingga mentimun menjadi hancur.
  • Tambahkan susu bubuk dan air sampai adonan menjadi lebih kental. Atau Anda dapat pula menambahkan susu cair tanpa gula (plain).
  • Oleskan pada wajah selama kurang lebih 30 menit.

Jeruk Nipis / Lemon

Jeruk nipis atau lemon menjadi salah satu solusi untuk menghilangkan JERAWAT

Cara membuat dan menggunakan:

  • Peras jeruk nipis untuk mendapatkan airnya.
  • Tambahkan madu pada perasan air jeruk nipis dengan perbandingan 1:1.
  • Oleskan pada wajah dan biarkan selam 30 menit.
  • Cuci wajah dengan air hangat.
  • Dapat digunakan setiap hari untuk menghilangkan jerawat.

Sebelum mengaplikasikan masker pada wajah, jangan lupa untuk mencuci atau membersihkan wajah terlebih dahulu. Anda dapat juga menguapkan wajah atau membasuh wajah dengan air hangat agar pori-pori wajah terbuka dan mampu meresap nutrisi dari masker. Seetelah selesai dan sudah dibersihkan dengan air hangat, basuh wajah dengan air dingin untuk menutup pori-pori.

Membuat dan menggunakan masker buah merupakan cara agar kulit dapat terlihat CANTIK ALAMI dengan cara murah. Lakukan secara teratur agar hasilnya terlihat maksimal.