DCM

Pengertian Daftar Cek Masalah (DCM)

Daftar cek masalah (DCM) merupakan daftar cek yang khusus disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah-masalah atau problem-problem yang pernah atau sedang dialami seseorang. Masalah siswa merupakan suatu hal yang penting diketahui olehkonselor, sebab masalah inilah yang mungkin menjadi sebab-sebab terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Dan masalah merupakan starting point di dalam kita memberikan layanan bimbingan konseling. Pada prinsipnya masalah yang menimpa diri individu harus segera dipecahkan (diatasi) agar tidak mengganggu kehidupan individu yang bersangkutan, dan mungkin pula individu-individu lainnya.

Alasan Penggunaan DCM

Penggunaan Daftar Cek Masalah (DCM) dilakukan atas dasar pertimbangan efisien, intensif, validitas dan reliabilitas (Sutoyo & Supriyo, 2008).

  1. Efisien, DCM dikatakan efisien, karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat
  2. Intensif, karena data yang diperoleh melali DCM lebih teliti, mendalam dan luas.

Data semacam ini sulit diperoleh melalui teknik lain seperti observasi, otobiografi, wawancara, sosiometri dan sebagainya

  1. Validitas dan reliabilitas. DCM dikatakan valid dan reliabel, antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang telah atau sedang dialami, di samping daftar jumlah item kemungkinan masalah yang tersedia cukup banyak, sehingga individu dapat mencermati dan memilih masalah yang sesuai dengan dirinya.

Fungsi dan Kegunaan DCM

Fungsi DCM

Sebagai salah satu cara untuk memahami individu dalam pelayanan bimbingan dan konseling, DCM mempunyai fungsi sebagai berikut:

1)      Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dialami. Dengan DCM memungkinkan individu mengingat kembali masalah-masalah yang pernah dialaminya.

2)      Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan cara/alat lain.

3)      Untuk menyarankan suatu prioritas program pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan masalah individu atau kelompok pada saat itu.

Kegunaan DCM

Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan DCM, yaitu:

4)      Untuk melengkapi data individu yang sudah ada

5)      Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus

6)      Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok pada umumnya

7)      Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok

Isi Daftar Cek Masalah

Daftar Cek Masalah berisi:

  1. Ruangan tempat identitas siswa yang mengerjakan DCM
  2. Topik
  3. Instruksi atau petunjuk cara mengerjakan
  4. Topik-topik masalah dan butir-butirnya. Topik ini berdasarkan pengolahan tertentu tentang masalah

Petunjuk Pengadministrasian DCM

Agar hasil kegiatan ini valid dan reliabel perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM. Petunjuk yang harus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instruktur dan petunjuk bagi siswa.

  1. Petunjuk bagi instruktur

Keterampilan konselor melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan, yaitu sebelum melaksanakan, dan (2) Pelaksanaan, yaitu menjelang dan pada waktu mengerjakan.

1)      Hal-hal penting dalam persiapan adalah:

  1. a) Menyiapkan bahan (buku DCM) sesuai dengan jumlah siswa
  2. b) Menguasai petunjuk cara mengerjakan DCM

2)      Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan, antara lain:

  1. a) Mengontrol situasi ruangan, siswa harus duduk tenang, menghindari suara yang mengganggu, menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan
  2. b) Konselor menerangkan maksud menggunakan DCM itu, untuk menumbuhkan kepercayaan, dan motivasi pada siswa
  3. c) Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis
  4. d) Membagikan lembar DCM
  5. e) Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM
  6. f) Membagikan buku DCM, setiap siswa satu buku
  7. g) Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM, sementara siswa memperhatikan sambil membaca dalam hati petunjuk tersebut
  8. h) Memberi contoh (misal dengan menulis di papan tulis atau di layar LCD) cara mengerjakan DCM, yaitu memberi tanda cek (√) pada nomor di lembar jawaban yang item nomor tersebut menjadi masalah bagi dirinya
  9. i) Memberi instruksi mengerjakan DCM, mengingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang, teliti dan memberitahukan waktu yang disediakan cukup lama (+ 40 menit)
  10. j) Mengontrol apakah siswa telah mengerjakan DCM dengan benar
  11. k) Mengumpulkan pekerjaan siswa
  12. Petunjuk bagi siswa

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa, yaitu:

1)      Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya

2)      Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius, hanya akan merugikan dirinya sendiri

3)      Siswa harus menulis identitasnya sendiri

4)      Siswa harus mematuhi tata cara mengerjakan DCM.

Analisis DCM

Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan, tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu. Analisis tersebut meliputi analisis individual dan analisis kelompok.

Analisis Individual

Langkah-langkah dalam menganalisis secara individual (per-siswa) ialah:

1)      Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah.

2)      Mencari persentase per-topik masalah, dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah dengan jumlah butir topik masalah.

3)      Mencari jenjang (ranking) masalah, dengan cara mengurutkan % topik masalah dari yang terbesar sampai terkecil.

4)      Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A, B, C, D, dan E. Konversi tersebut adalah sebagai berikut:

0% = 10 = A (Baik Sekali)
1% – 10% = 8 = B (Baik)
11% – 25% = 6 = C (Sedang)
26% – 50% = 4 = D (Kurang)
51% -100% = 2 = E (Kurang Sekali)

Analisis Kelompok

Langkah-langkah menganalisis DCM secara kelompok meliputi analisis per-butir dan analisis per-topik masalah.

Analisis per-butir masalah

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui butir masalah apa yang pada umumnya dihadapi oleh para siswa.

Langkah-langkah analisisnya adalah:

  1. a) Menjumlahkan banyaknya siswa yang mempunyai butir masalah yang sama untuk tiap butir.
  2. b) Mencari persentase masalah dengan cara mencari rasio antara banyaknya siswa yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah siswa. Rumusnya:

Analisis per-topik masalah

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui topik masalah apa yang pada mumnya dihadapi oleh para siswa.

Langkah-langkah menganalisisnya adalah:

  1. a) Harus diketahui jumlah siswa yang mengerjakan DCM.
  2. b) Harus diketahui jumlah butir yang menjadi masalah siswa (banyaknya butir yang dicek).
  3. c) Menghitung persentse permasalahan topik.

Persentase yang dimaksud adalah antara ratio jumlah butir masalah dan jumlah butir dalam topik masalah kali jumlah peserta.

Analisis pertanyaan terbuka

Pertanyaan yang terbuka pada item nomor 221-223, dianalisis sebagaimana kalau kita menggunakan kuessioner terbuka. Jawaban yang muncul dapat dimasukkan ke dalam kelompok masalah (mulai dari masalah Kesehatan, dan seterusnya). Jika jawaban senada dengan item yang sudah ada, dianggap sebagai item yang dicek siswa. Jika jawaban siswa tidak sama dengan item yang sudah ada tetapi termasuk ke dalam aspek yang diungkap (Kesehatan dan seterusnya), maka dapat dicatat tersendiri sebagai item nomor berikut pada aspek itu. Jika pernyataan tidak termasuk ke dalam semua item, dicatat tersendiri dan dicari frekuensinya, apakah dialami oleh siswa lain ataukah tidak. Kalau tidak, berarti termasuk masalah individual. Dan kalau beberapa siswa mengalaminya, maka merupakan masalah kelompok. Semua masalah yang muncul dari DCM dipertimbangkan dalam penyusunan program bimbingan konseling, baik program individual maupun kelompok; program tahunan, caturwulanan, mingguan, dan harian.

Masalah Individual

Dari penjumlahan tiap butir masalah, sering didapatkan masalah yang hanya dialami oleh satu orang saja. Individu tersebut dicatat sebagai individu yang mempunyai masalah khusus, dan mungkin perlu layanan bimbingan konseling khusus (misalnya konseling perorangan).

Pemindahan hasil analisis data DCM ke dalam buku pribadi siswa

Hasil analisis data DCM merupakan data pelengkap buku pribadi (cummulative records) siswa. Hampir semua aspek kepribadian dalam buku pribadi dapat dilengkapi dengan data DCM.

Caranya adalahsebagai berikut:

  1. Teliti lebih dahulu butir-butir aspek kepribadian dalam buku pribadi yang relevan dengan topik masalah dalam DCM.
  2. Memasukkan predikat masalah (A, B, C, D, atau E) ke dalam lajur (kolom) yang sesuai pada buku pribadi.

Penggunaan hasil analisis DCM dalam penyusunan program bimbingan konseling

Hasil analisisdata DCM dilengkapi dengan data yang diperoleh dengan metode-metode lain dapat dipergunakan untuk merencanakan program bimbingan konseling, baik program individual, kelompok, klasikal, dalam bentuk kegiatan harian, mingguan, semesteran, dan tahunan.

Penyusunan program bimbingan konseling ini adalah dalam rangka:

  1. Memprioritaskan masalah yang harus segera ditangani.
  2. Mendalami masalah individual maupun masalah kelompok.
  3. Efisiensi pelayanan, yaitu pencegahan, pengembangan, dan pengatasan sebelum masalah-masalah itu berkembang menjadi akut.

Program bimbingan konseling individual

Data yang diperoleh melalui penyelenggaraan DCM dapat digunakan untuk menyusun program bimbingan konseling individual. Kegiatan yang dapat dilakukan konselor dalam program bimbingan konseling individual adalah:

  1. a) Mendalami masalah dan melengkapi data (pengumpulan data) wawancara, observasi (bentuk selain DCM), sosiometri, dan sebagainya.
  2. b) Studi kasus, yaitu membuat dan membahas kasus individu yang bersangkutan.
  3. c) Konseling individual.
  4. d) Penempatan, rujukan (alih tangan kasus, referal), pemindahan jurusan, penukaran kelas, dan sebagainya.
  5. e) Psikodrama, dan sosiodrama.

Program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal

Data yang diperoleh konselor melalui penyelenggaraan DCM dapat digunakan untuk menyusun program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal. Kegiatan yang dapat dilakukan konselor dalam program bimbingan konseling kelompok dan/atau klasikal adalah:

  1. a) Melengkapi data yang sudah ada yang diperoleh dengan metode lain.
  2. b) Merancang kegiatan yang dilakukan konselor, yaitu memberikan berbagai jenis layanan (orientasi, informasi, penempatan/penyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok) dan kegiatan pendukung (aplikasi instrumentasi BK, himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumuah, alih tangan kasus) terhadap siswa asuhnya.
  3. c) Merancang aktivitas siswa dalam kegiatan-kegiatan yang bermuatan bimbingan secara mandiri, maupun terpadu dengan kegiatan pembelajaran dan pelatihan seperti: kunjungan studi, diskusi, berkemah, tugas-tugas kelompok, sosiodrama.
  4. d) Student case conference
  5. e) Group counseling.

Penyajian hasil analisis data DCM

Hasil analisis data DCM perlu disajikan untuk dimasukkan ke dalam cummulative record agar sewaktu-waktu dapat diketemukan dan dipergunakan dengan mudah. Penyajian ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok.

Penyajian data DCM ini didasarkan pada hasil analisis masalah individual dan kelompok sebagaimana telah dipaparkan di muka. Hasil analisis data DCM adalah sebagaimana dipaparkan dalam Tabel-tabel berikut.

Tabel 1

Rekapitulasi Butir Masalah Siswa Berdasarkan DCM

Siswa kelas VIIIA SLTP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012

Rekapitulasi butir masalah siswa dalam satu kelas dibuat sampai dengan Tabel 11 (Tabel berikutnya tidak dicantumkan di sini), selanjutnya dirangkum menjadi Tabel 2. Berdasarkan Tabel 2 inilah dibuat analisis individual dan kelompok.

Tabel 2

Rekapitulasi Kelompok Masalah Siswa Berdasarkan Hasil DCM

Kelas VIIIA SMP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012

Kesimpulan: Siswa nomor 24 memiliki masalah yang serius pada masalah Rekreasi dan Hobi, Masa Depan dan Cita-cita Pendidikan

contoh dari DCM klik disini

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *