Apakah Perusahaan Saya Butuh Virtual Office? Hindari Wabah “Latah” Virtual Office

By | August 4, 2018

Semakin banyaknya virtual office seperti yang kita lihat akhir-akhir ini bisa dinilai dari dua satu. Di satu sisi, kita wajib bersyukur karena kondisi di atas mencerminkan bahwa kebutuhan orang-orang akan virtual office semakin meningkat. Sebagai implikasinya, secara tidak langsung kondisi tersebut menggambarkan bahwa geliat bisnis di Indonesia semakin berkembang khususnya berhubungan dengan bisnis berbasis online seperti startup-startup yang semakin menjamur.

 

virtual office jakarta

 

Tapi di sisi yang lain, merebaknya virtual office juga harus patut dilihat dengan bijaksana. Di sini saya tidak berusaha untuk “menjatuhkan” virtual office. Yang ada malah sebaliknya. Saya sangat mendukung perkembangan virtual office ini karena memang banyak sekali keuntungannya. Tapi saya tetap ingin mengingatkan Anda yang berencana menyewa virtual office untuk perusahaan Anda. Jangan sampai Anda terkena wabah “latah” virtual office.

 

Latah Virtual Office

Yap, saya melihat wabah latah virtual office ini semakin menjadi-jadi dan ujung-ujungnya tidak baik bagi para pelaku bisnis yang terkena latah tersebut. Mari kita lihat kondisi dunia usaha di Indonesia akhir-akhir ini. Pasti kita bisa melihat bahwa hampir semua pelaku bisnis sudah “go online”. Artinya usaha yang mereka jalankan sudah mengaplikasikan penggunaan internet atau malah bahkan usaha mereka berbasis internet secara penuh. Kondisi ini sebenarnya merupakan hal yang bagus karena internet memang sudah terbukti mempermudah banyak aspek di hidup kita termasuk untuk menjalankan bisnis. Dan sebagai salah imbasnya, seperti yang sudah disebutkan di atas, jasa penyewaan virtual office semakin marak untuk memenuhi kebutuhan para pelaku bisnis tersebut. Nah, pertanyaannya: apakah memang semua pelaku bisnis butuh virtual office?

Yang saya lihat akhir-akhir ini, ternyata ada sebagian pelaku bisnis, terutama yang masih baru, yang hanya “ikut-ikutan” menyewa virtual office hanya karena virtual office sedang ngetrend belakangan ini. Yang namanya mengikut trend memang sesuatu yang bagus. Artinya Anda berusaha untuk selalu uptodate dengan kondisi yang paling baru. Tapi jika Anda berusaha mengikuti trend padahal Anda sendiri tidak terlalu paham tentang trend tersebut atau malah Anda sebenarnya tidak perlu mengikut trend tersebut, kenapa Anda harus melakukannya?

Sebagai contoh, di dalam dunia gaming, ada sebuah game yang sedang populer sekali belakangan ini. Namanya adalah PUBG (Player Unknown Battleground). Anda yang hobi ngegame kemudian ikut-ikutan memainkan game yang pada dasarnya adalah game tembak-tembakan ini hanya karena Anda tidak ingin dibilang ketinggalan jaman. Padahal sebenarnya Anda tidak menyukai game genre ini. Yang ada, bukannya Anda menikmati momen nge-game Anda, Anda malah akan merasa stress akibat hal tersebut. Inilah yang akan terjadi pada Anda jika Anda memaksakan diri untuk menyewa virtual office padahal Anda tidak membutuhkannya.

 

Kenali Perusahaan Anda Sendiri

Sebenarnya masalah di atas bisa Anda hindari jika Anda berusaha untuk mengenal perusahaan Anda lebih jauh lagi. Cobalah tahu seluk beluk perusahaan Anda sendiri untuk mengetahui apakah virtual office dibutuhkan atau tidak. Sebagai contoh, ternyata usaha Anda membutuhkan banyak waktu bertemu langsung dengan calon pembeli. Kondisi ini tidak cocok jika Anda memilih untuk menyewa virtual office. Kemudian, ternyata Anda sebenarnya sudah memiliki aset properti yang bisa Anda ubah menjadi kantor. Tapi Anda memilih untuk menyewa virtual office karena ingin ikut-ikutan saja.

Ya walaupun biaya yang Anda keluarkan untuk menyewa virtual office tidaklah besar, tapi tetap saja sebenarnya uang tersebut bisa Anda alokasikan untuk keperluan yang lainnya bukan? Jadi, apakah perusahaan Anda benar-benar membutuhkan virtual office? Jika memang butuh dan lokasi di Jakarta, langsung saja Anda mencari jasa penyedia penyewaan virtual office jakarta yang terpercaya. Tapi jika tidak, mungkin Anda bisa berpikir lagi mengenai masalah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *