Info Lengkap Seputar Pengertian Diagram Konteks dan Penjelasannya

By | September 26, 2019

Apa yang Anda tahu tentang Diagram Konteks? Ya, nama diagram ini memang sering disebutkan oleh beberapa orang. Bahkan, di tempat umum pun Anda juga mungkin pernah mendengar ada orang yang sedang mengobrolkan diagram ini. 

Untuk Anda yang ingin tahu tentang Diagram Konteks itu apa, berikut ini akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan diagram ini, beserta dengan contohnya. 

Sudah penasaran, langsung saja simak selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Diagram Konteks

Diagram Konteks merupakan sebuah diagram, yang di dalamnya berisikan hal-hal yang bersifat dasar, sistem umum serta keluaran. Adapun diagram ini menjadi diagram yang memiliki tingkatan paling tinggi di dalam diagram aliran data. 

Menurut Jogiyanto, Diagram Konteks merupakan diagram yang terdiri dari satu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram ni juga memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai input dan output dari suatu sistem. 

Sebab, dalam diagram ini hanya memuat satu proses saja serta di dalamnya juga hanya menunjukkan satu sistem namun dibahas secara keseluruhan. Di dalam diagram ini juga tidak memuat penggambaran serta penyimpanan aliran data secara sederhana, adapun proses ini diberi nomor nol.

Adapun diagram ini sendiri dimulai dengan cara menggambarkan terminator, kemudian aliran dan aliran proses yang menunjukkan suatu keseluruhan di dalam sistem. Adapun bagian termudah dalam diagram ini adalah dalam hal menentukan proses.

Sebab, roses ini hanya terdiri atas satu lingkaran saja namun sudah mewakili sistemnya. Adapun nama yang diberikan pada proses ini adalah nama perusahaan atau nama organisasi yang mewakili semua proses tersebut akan dilakukan. 

Adapun terminatornya sendiri hadir dalam bentuk persegi panjang yang mana ia berfungsi untuk mengkomunikasikan secara langsung dengan melalui aliran data maupun penyimpanan eksternal antar terminator yang telah diizinkan untuk berkomunikasi secara langsung. 

Jika ada banyak terminator yang digunakan, ada baiknya jika menggunakan satu terminator terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar dalam proses menggambar tidak terlalu rumit. Selain itu, setia terminator juga ada baiknya diberikan tanda dengan menggunakan (*) maupun tanda (#).

Jika terminator ini mewakili individu dan berharap diwakili oleh peran lain yang akan dimainkan oleh personil tersebut. Ini karena ersonillah yang bekerja dalam hal membuat Diagram Konteks. Selain itu, diagram yang dibuat juga harus akurat meskipun terjadi perubahan personil. Sedangkan alasan lainnya adalah karena setiap personil juga bisa melakukan lebih dari satu eran. 

Cara Membuat Diagram Konteks

Nah, bagi Anda yang akan membuat diagram ini, tentunya anda perlu tahu langkah-langkahnya. Nah, sebelum membuat diagram, ada baiknya jika Anda membuat analisa dari sistem yang sedang dijalankan maupun analisis usulan yang nantinya akan dibuat. 

Sebagai contoh berikut ini adalah contoh analisa dari sistem koperasi penjualan dan pembelian. 

  1. Proses Pendaftaran Anggota

Tahap pertama yang harus dilakukan adalah para calon anggota koperasi adalah dengan mengisi formulir pendaftaran yang kemudian diserahkan kepada pihak sekretaris. Jika sudah, maka sistem akan mengecek semua data yang telah disebutkan dalam formulir apakah data tersebut sesuai atau tidak dengan data yang asli. 

Jika data yang diisikan oleh calon anggota ini tidak sesuai, maka pihak koperasi akan meminta para calon anggota untuk memperbaikinya kembali hingga semua data tersebut benar-benar valid. 

Sedangkan jika data yang diisikan ini sudah sesuai, maka data dari calon anggota ini akan disimpan pada database yang kemudian nantinya akan menghasilkan laporan data anggota serta akan diberikan kartu anggota. 

  1. Proses Penjualan Barang

Jika sudah menjadi anggota, maka anggota akan meminta barang kepada pihak kasir. Sebelum barang diserahkan, sistem akan mengecek barang tersebut melalui database persediaan barang. 

Namun, jika stok barang yang ada di kasir ini habis, maka pihak kasir akan menyampaikan kepada anggota bahwa barang yang diminta kosong atau habis. kemudian jika anggota memilih barang lainnya, maka pihak kasir juga akan mengeceknya kembali pada sistem. Namun, jika anggota tidak memilih lagi, maka anggota tersebut tidak jadi membeli. 

Sedangkan jika barang tersedia di kasir, maka kasir akan mengambil barang ke gudang dan pihak gudang akan menyerahkan barang tersebut. Kemudian barulah pihak kasir menyerahkan barang kepada anggota koperasi. 

Adapun para anggota sendiri bisa melakukan pembayaran dengan tunai maupun dengan cara dicicil. Jika anggota melakukan pembayaran dengan cara dicicil, maka pihak kasir akan menginput data angsuran maupun data pembayaran tunai dari para anggota di dalam sistem.

Nantinya, sistem ini akan mengeluarkan struk penjualan yang nantinya akan diberikan kepada anggota dan dijadikan laporan. Nah, laporan ini nantinya akan diserahkan kepada pihak ketua. 

  1. Proses Pembelian Barang 

Dalam proses pembelian barang, maka sistem nantinya akan membuat PO sedangkan gudang akan memberikannya kepada ketua. Jika ketua memberikan persetujuan, aka nantinya PO akan diserahkan kembali dan diserahkan kepada supplier. 

Nantinya supplier akan menyerahkan barang beserta dengan faktur penjualan kepada pihak gudang. Sedangkan bagian gudang nantinya akan mengecek kondisi barang tersebut. Jika ada barang yang tidak sesuai, maka pihak gudang akan melakukan input retur dalam sistem yang disimpan pada database retur.

Kemudian nantinya akan langsung menghasilkan nota retur sedangkan bagian gudang akan menyerahkan barang retur sekaligus dengan notanya kepada pihak supplier. Jika barang tersebut sudah sesuai, maka nantinya gudang akan melakukan input data barang pada sistem di dalam PO. 

Kemudian petugas akan menerima barang tersebut, kemudian petugas akan menerima barang dan menyerahkan faktur tersebut. Selanjutnya proses pembayaran barang akan dilakukan oleh sistem database pada persediaan barang. Ditambah lagi dengan database pembelian dan selanjutnya proses pencetakan laporan pembelian. 

Jika sudah, supplier nantinya akan menerima pembayaran beserta dengan faktur penjualan yang telah ditandatangani. Sedangkan pihak ketua hanya tinggal menerima laporan pembelian tersebut. 

Fungsi Diagram Konteks

Daun Diagram Konteks sendiri memiliki fungsi yakni digunakan untuk membatasi sistem serta menunjukkan adanya suatu interaksi sistem dengan komponen lain yang berada di luar sistem. Karena itu, sistem ini untuk memberikan gambaran secara umum. 

Adapun Diagram Konteks juga memberikan gambaran ada aliran proses pengolahan data keanggotan, penjualan barang serta pembelian barang yang diinformasikan melalui pengolahan data. Namun, perlu Anda Tahu bahwa dalam diagram ini tidak ada store data, yang ada hanya menggambarkan hubungan antara sistem dengan komponen luar saja.

Secara umum, berikut ini adalah beberapa aturan yang harus diterapkan di dalam Diagram Konteks:

  • Diagram ini menggambarkan hubungan yang terjadi pada sistem dengan komponen lain yang memiliki hubungan langsung dengan sistem. 
  • Adanya komponen sistem, komponen lain serta aliran data. 
  • Tidak boleh menuliskan data dari entitas menuju ke entitas secara langsung tanpa menggunakan sistem. Jika hal ini sampai terjadi, maka tidak perlu digambarkan dengan menggunakan diagram ini. 

Dari penjelasan Diagram Konteks yang sudah dijelaskan di atas memberikan gambaran kepada Anda mengenai diagram ini terutama dalam sistem penjualan. Untuk menambah wawasan, anda juga dapat membaca flowchart di ngertiaja.com.

Semoga dengan adanya informasi yang membahas pengertian, fungsi dan lainnya yang ada di atas dapat memberikan wawasan dan pengetahuan untuk Anda mengenai pemahaman diagram ini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *