Majas Personifikasi

Majas Personifikasi

Pernahkah kamu mendengar seseorang mengucapkan majas personifikasi? Pastinya pernah dong, karena majas ini cukup populer dibandingkan majas yang lainnya. Lalu seperti apa sih majas personifikasi itu? Yuk simak ulasannya dibawah ini.

Pengertian Majas Personifikasi

Majas personifikasi merupakan sebuah gaya bahasa yang membandingkan benda mati seolah-olah hidup layaknya manusia. Majas ini sering digunakan dalam sebuah karya sastra seperti novel, puisi, cerpen dan lain sebagainya.

Ada pula yang berpendapat bahwa majas personifikasi merupakan gaya bahasa yang memberikan sifat-sifat manusia pada benda mati.

Majas ini termasuk dalam jenis majas perbandaingan, sama seperti majas metonimia dan majas hiperbola.

Ciri-ciri Majas Personifikasi

  1. Menggunakan pilihan kata agar memunculkan sifat manusia yang dikaitkan dengan benda mati. Misalnya: menari, berlari, bernyanyi, berlari, atau bergoyang.
  2. Menggunakan gaya bahasa yang membandingkan antara benda mati seolah-olah hidup. Misalnya : rumput bergoyang, ombak berkejaran, burung bernyanyi.
  3. Menggambarkan sebuah suasana dengan bayangan yang nyata. Misalnya : semilir angin berhembus yang membelai rambut mendamaikan hati.

Contoh Majas Personifikasi

Berikut beberapa contoh dari majas personifikasi.

  • Bencana banjir minggu lalu menelan 50 korban jiwa.
  • Teriakan petir membuatku terkejut.
  • Burung itu selalu bernyanyi di pagi hari.
  • Topi ini menemaniku kemanapun aku pergi.
  • Smartphone ini menjadi saksi proses menuju kesuksesanku.
  • Siang ini matahari tengah bersembunyi dibalik awan.
  • Hati-hati, harta dapat membutakan banyak orang.
  • Pemandangan diatas gunung memanjakan mata para pendaki.
  • Siang malam bayangan dirimu selalu mengusik.
  • Langit ikut melindungi para pendemo kemarin.
  • Narkotika telah membunuh ribuan orang di Indonesia.
  • Perahu itu melaju kencang membelah lautan.
  • Berhentilah merokok karena dapat membunuh yang kamu cintai.
  • Smartphone telah menghipnotis semua para penggunanya.
  • Dompet ini mulai berbisik meminta untuk segera diisi.
  • Matahari pagi muncul menyapa para siswa yang tengah berangkat sekolah.
  • Pakaian di toko itu menggodaku untuk memilikinya.
  • Cahaya matahari mengintip di balik jendela memaksaku untuk terbangun.
  • Ucapan dari para ulama itu mampu meredam emosi para pendemo.
  • Minggu kemarin seorang anak balita hilang diseret ombak.
  • Informasi tentang kesuksesan Anton menghampiriku sangat cepat.
  • Hari ini aku berharap pelangi muncul tersenyum padaku.
  • Badai topan mengamuk dan menghancurkan rumah-rumah warga.

Demikian pembahasan mengenai majas personifikasi. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *