Mengenal Agribisnis Tanaman Buah

By | August 11, 2018

Indonesia adalah negara tropis yang dikenal akan kekayaan alamnya mulai dari bahan pangan seperti sayur dan buah hingga bahan tambang. Negara yang dilewati jalur khatulistiwa ini memiliki jenis tanah dengan kesuburan yang tinggi dan sering pula Disebut sebagai negara agraris. Sebagian besar tanaman buah dan sayur dapat tumbuh dengan baik di tanah air kita yang tercinta ini.

Mulai dari sayuran seperti bayam hingga brokoli dan juga buah mulai dari sawo, manggis hingga semangka. Tingkat konsumsi dari setiap buah pun berbeda, hal ini disebabkan beberapa faktor salah satunya terkait harga jual yang dipatok. Sebagai contoh yaitu buah jeruk yang sangat mudah ditemukan di berbagai toko-toko penjual buah.

Berbeda halnya dengan buah kiwi yang sedikit sulit ditemukan di toko penjual buah pinggiran karena harganya yang lebih tinggi. Ketertarikan masyarakat akan sayur dan buah pun berbeda, di sisi lain ada insan yang tidak suka mengonsumsi keduanya begitupun sebaliknya. Produksi sayur dan buah semestinya mampu mencukupi permintaan masyarakat, namun kenyataannya tak demikian.

Indonesia justru menjadi neFgara pengimpor sayur dan buah dari berbagai negara tetangga dengan alasan hasil produksi lokal tak mampu mencukupi. Padahal jika dilihat dari kondisi geografis yang ada pemenuhan permintaan masyarakat seharusnya mumpuni bahkan melebihi. Maka dari semua itu, bagi Anda yang memiliki lahan lebih tak ada salahnya mencoba bertani tanaman sayur dan buah.

Simaklah cara berbisnis agribisnis tanaman buah di bawah ini:

  1. Penentuan jenis buah

Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu memilih jenis buah apa yang akan Anda tanam untuk menentukan jenis bibit dan tanah. Aneka pilihan buah tersaji secara gamblang, Anda hanya perlu memikirkan peluang saat mendistribusikan buah hasil produksi setelah panen. Anda dapat memilih jenis buah yang banyak peminatnya seperti jeruk, mangga atau nanas.

 

  1. Persiapan lahan

Setelah menentukan jenis buah yang akan dibudidayakan, langkah selanjutnya yaitu menyiapkan lahan sebagai media tanam bibit yang akan ditumbuhkan. Lahan yang Anda siapkan harus memiliki derajat keasaman atau pH tanah yang dibutUhkan oleh calon tanaman buah. Selain itu, pastikan lahan tersebut memiliki kesuburan yang baik agar tanaman dapat tumbuh berkembang.

Walaupun memang ada beberapa jenis tanaman buah yang mampu hidup di lahan kering seperti buah mentimun. Namun, sebagian besar tanaman buah dapat tumbuh sempurna di lahan dengan tingkat kesuburan yang baik. Bila memang lahan yang Anda miliki cukup kering, sebaiknya berilah pengairan yang memadai dan pemberian pupuk yang rutin dilakukan.

 

  1. Penentuan waktu panen

Langkah ini adalah langkah yang harus sangat diperhatikan agar tak merasakan pahitnya kerugian sehingga penentuan waktu produksi wajib dipikirkan. Bila Anda bertani tanaman buah yang memiliki intensitas panen setiap waktu, hal ini tak akan memusingkan. Namun, hal ini diwajibkan bila Anda menanam tanaman buah dengan skala panen hanya setahun sekali.

Anda dapat menghitung berapa lama waktu tumbuh dan kapan waktu panen tiba, hal ini untuk menghindari melonjaknya produksi secara bersamaan. Panen secara bersamaan akan menurunkan harga jual sehingga Anda terancam menelan kerugian yang menyakitkan. Tak hanya itu saja, hal ini juga melatih bisnis Anda menuju skala bisnis yang lebih besar.

Sebagai warga negara yang cerdas, tak ada salahnya mencoba peluang bisnis di bidang pertanian yang memang menjadi keunggulan Indonesia. Negara yang kaya akan rempah, bahan pangan bahkan budaya ini tak seharusnya menjadi negara pengimpor bahan-bahan pangan. Karena sewajarnya Indonesia mampu memenuhi kebutuhan warganya akan bahan pangan secara mandiri tanpa harus mengimpor.

Baca juga artikel tentang cara menanam bawang putih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *