Perbedaan Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen

Perbedaan Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen

Perbedaan ikatan ion dan ikatan kovalen seringkali kita temui dalam kehidupan sehari – hari. Namun kita cenderung enggan mencari tahu apa penyebabnya, seperti besi berkarat dan lain sebagainya.

Perubahan – perubahan yang terjadi dalam kehidupan sehari – hari jika kita mau mencari tahu apa penyebabnya, maka kita akan memperoleh ilmu dan pengetahuan serta keunikan yang terjadi.

Banyak sekali perubahan yang terikat erat hubungannya dengan reaksi – reaksi kimia (ikatan kimia) termasuk proses korosi pada besi.

Ikatan kimia sendiri adalah peristiwa menyatunya atom satu dengan atom yang lainnya hingga dapat membentuk senyawa yang berbeda – beda. Perbedaan ini disebabkan oleh adanya perbedaan sifat dan energi yang menyertainya.

Ikatan kimia secara umum dimaksudkan untuk membuat senyawa diatomik maupun politomik agar menjadi lebih stabil. Balik lagi ke ikatan kimia ion dan ikatan kovalen, mereka adalah dua jenis dari ikatan kimia ini.

Dan berikut ini adalah penjelasan mengenai perbedaan dari kedua ikatan kimia yaitu perbedaan ikatan ion dan ikatan kovalen via Yuksinau.id.

Pengertian Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen

1. Ikatan Ion

Ikatan ion adalah ikatan kimia yang terbentuk dari atom logam dan non logam, dimana terdapat ikatan elektrostatis yang terbentuk di antara ion positif dan ion negatif yang akan menyebabkan gaya tarik menarik dan dapat menghasilkan ion atau senyawa yang sering disebut sebagai senyawa ionik.

Ion positif atau kation pada ikatan ion dibentuk oleh logam dengan melepaskan elektron. Sedangkan ion negatif atau anion pada ikatan ion akan menangkap elektron yang dilepaskan oleh logam.

Seperti garam dapur (NaCl) yang terbentuk dari Na yang melepaskan elektron dan Cl yang menerima elektron dan menghasilkan NaCl.

Di dalam ikatan ion terdapat perbedaan elektrogativis yang besar yaitu ion positif dan ion negatif yang berpisah dan biasanya muatan ionnya berkisar antara -3 elektron sampai +3 elektron.

Ikatan ion ini umumnya terdapat pada atom yang mempunyai energi ionisasi rendah dengan atom yang mempunyai energi afinitas elektron besar.

Sebagian besar senyawa yang membentuk ikatan ion memiliki struktur yang keras dan mudah patah. Selain itu titik didih dan titik lebur yang dimiliki ikatan ion cukup tinggi.

2. Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang terbentuk dari atom non logam dan atom non logam, dimana pasangan elektron digunakan secara bersama – sama.

Ikatan kovalen dibedakan menjadi tiga berdasarkan jumlah elektronnya, yaitu :

  • Ikatan kovalen tunggal -> ikatan kovalen yang terbentuk dengan cara melibatkan sepasang elektron untuk digunakan secara bersamaan. Seperti ikatan pada molekul HCl, CCl4, H2O, HBr, dan lain sebagainya.
  • Ikatan kovalen rangkap -> ikatan kovalen yang terbentuk dengan cara melibatkan dua pasang elektron untuk dgunakan secara bersamaan. Seperti ikatan pada molekul O2 (O=O).
  • Ikatan kovalen rangkap tiga -> ikatan kovalen yang terbentuk dengan cara melibatkan tiga pasang elektron untuk digunakan secara bersamaan. Seperti ikatan pada molekul N2.

Di dalam ikatan kovalen terdapat perbedaan elektrogativis (positif dan negatif) yang sangat kecil bahkan tidak ada. Ikatan kovalen ini umumnya terdapat pada sebagian besar ikatan dalam senyawa organik.

Sebagian besar senyawa yang membentuk ikatan kovalen memiliki struktur yang cenderung lebih lunak. Selain itu titik didih dan titik lebur yang dimiliki ikatan kovalen juga rendah.

Perbedaan Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen

Untuk lebih jelasnya sudah kami rangkumkan perbedaan ikatan ion dan ikatan kovalen dalam tabel di bawah ini.

Perbedaan Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen
Pembeda Ikatan Ion Ikatan Kovalen
Pengertian Ikatan ion adalah ikatan kimia yang terbentuk dari atom logam dan non logam, dimana terdapat ikatan elektrostatis yang terbentuk di antara ion positif dan ion negatif yang akan menyebabkan gaya tarik menarik dan dapat menghasilkan ion atau senyawa yang sering disebut sebagai senyawa ionik. Ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang terbentuk dari atom non logam dan atom non logam, dimana pasangan elektron digunakan secara bersama – sama.
Unsur Penyusun Atom logam dan atom non logam. Atom non logam dan atom non logam.
Penyebab Ikatan Terbentuk Perpindahan elektron dari kation ke anion. Penggunaan pasangan elektron bersama dari atom yang sama – sama kurang elektron.
Elektronegativitas Besar Kecil, bahkan sampai tidak ada
Titik Didih dan Titik Lebur Lebih tinggi Lebih rendah
Bentuk Listrik yang Dihasilkan Larutan dan lelehan Larutan
Kelarutan Akan larut dalam air atau dalam pelarut polar. Akan larut dalam pelarut non polar.
Contoh NaCl, Caf2, K2O, MgBr2, dan lain sebagainya. HCl, CCl4, H2O, HBr, O2 (O=O), N2, dan lain sebagainya.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai perbedaan ikatan ion dan ikatan kovalen. Semoga dapat bermanfaat untuk para pembaca. Terima kasih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *